Chapter : 38

1704 Kata

Sebelumnya... Niko pamit ke turun ingin mengecek kondisi Esther, tidak lama Jaka datang hendak merokok namun langkah nya terhenti melihat keberadaan Bara, pria itu berbalik membuat Bara tersenyum remeh. “Kenapa bro, kayak liat siapa aja. Kitakan udah jadi teman ya, ngapain ngehindar liat gue? Apa ngehindar dari kenyataan.” Kata Bara berhasil menghentikan langkah Jaka. Jaka mengernyitkan kening bingung lalu berbalik. “Maksud lo?” tanyanya. Bara berdiri menepuk-nepuk debu di celana tersenyum lebar. “Masa lupa sama kejadian semalam sih? Jelas-jelas ada di depan mata loh.” Emosi Jaka tersulut. “Lo nuduh gue? Dalam keadaan sekarang bukannya siapa aja bisa celaka termasuk Tiger. Banyak yang gugur bukan hanya dia tapi kenapa lo Cuma sewot sama kepergian tuh orang sementara anggota lo banyak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN