BAB LIMA PULUH TIGA

1778 Kata

"Halo sayang," ucap Vathan sesaat setelah menerima panggilan telepon dari istri tercintanya. Namun, lelaki itu tak kunjung mendengar jawaban dari sang istri. Tiba-tiba terdengar suara isak tangis, Vathan merasa bingung, tetapi ia tak ingin panik dalam bersikap. Vathan menarik nafas dalam, lalu menghembuskannya perlahan. "Sayang, kamu kenapa? Kok nangis gitu?" tanya Vathan lembut. "Pulangnya masih lama, Sayang?" tak menjawab pertanyaan Vathan, Zelin lebih memilih melontarkan pertanyaan pada suaminya. "Ini aku lagi beli sate ayam Sayang, katanya kamu mau sate. Kenapa, hmm?" "Ya udah cepetan aja pulang," setelah mengucapkan itu, tanpa menunggu jawaban Vathan, Zelin langsung memutus panggilan teleponnya. Saat ini, Zelin sendiri dirumah, karena Livia masih di kampus, sahabatnya itu sedang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN