Bab 37 : Hanya Duduk

1052 Kata

"Nenek tua peyot itu sengaja mendekati papaku, dia pura-pura hilang ingatan atas apa yang sudah diperbuat oleh putranya pada putri papa, kakakku sendiri, katanya sih... dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan papa." Suara dengus Najwa terdengar jelas di seberang telepon. Ray bisa membayangkan ekspresi tak sudian dan wajah kusut binti masam Najwa yang saat ini karena sedang mengenang kembali obrolannya bersama mama tirinya dulu. "Haah... kau tidak tau seberapa muaknya diriku saat membicarakan itu Ray. Yah... tapi sudahlah. Semuanya sudah berlalu, kakak dan papaku tidak akan kembali hidup lagi walau aku berhasil membalaskan dendam kami. Masa depanku sangat berharga untuk dihabiskan dengan permasalahan di masa lalu itu. Orang bijak bilang, masa lalu adalah pembelajaran, masa kini adala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN