Ray tersenyum tipis. "Apa-apaan sapa ramahmu itu? Kau sedang demam ya? Berobatlah segera," ledek Ray. Walau berada di tempat yang berbeda, Ray tetap saja bisa meledek Najwa. Najwa yang berada di seberang sana berdecak sebal. Walau sudah berada di tempat yang berbeda, Najwa tetap terpancing emosi dengan kata-kata yang keluar dari mulut laki-laki sombong itu. "Hei, aku sudah baik-baik bicara denganmu loh," gerutu Najwa, berkomentar. "Lantas? Aku harus berterima kasih atas itikad baikmu itu?" Ray menyeringai kecil, bodo amat jika Najwa semakin kesal padanya. "Hei! Tak bisakah kau menghargai sedikit saja?!" gerutu Najwa, mengumpat Ray di seberang sana. Tak tetap menyeringai sendiri, tidak menjawab pertanyaan penuh emosi dari Najwa. "Jadi, bagaimana hasilnya? Kasus yang kau ungkit itu dibaw

