Setelah mendorong Yeye dan wanita dengan dress hijau itu keluar ruangan, Yeye berkacak pinggang di bawah bingkai pintu, menghela nafas. "Akhirnya, bebanku berkurang sedikit," gumam Yeye. Menyeka keningnya yang tidak berkeringat, bermodel seperti orang yang kelelahan. 10 menit yang lalu, tepat setelah Dram meninggalkan ruangan dan bersisian dengan Yeye dan seorang wanita berambut panjang berwajah malaikat, Yeye mengetok pintu ruang kerja Ray, wanita itu berdiri di belakang Yeye, tersenyum tipis dan menunduk sopan saat matanya berpapasan dengan Ray. Ray terdiam sejenak, benar-benar bersyukur Yeye tidak membawakan gembel untuknya. "Perkenalkan, ini Lily Yovanka. Dia bersedia menjadi pendampingmu," jelas Yeye terang-terangan. Ray mengernyitkan kening melihat Yeye. Dia merasa seperti bujang

