Yeye menahan dokumen baru yang mau dikeluarkan Ray dari tumpukan dengan telapak tangannya. "Saya senang karena bos rajin bekerja, tapi bisa dengarkan pembicaraan penting dari saya dulu, bos?" tanya Yeye, tersenyum tipis, berbasa-basi. "Ah, hampir sebulan ini saya sudah strees berat karena jadi sekretaris bos, berkali-kali saya memikirkan untuk resign saja, tapi apalah daya, saya tau bos tak bisa hidup tanpa saya," keluh Yeye, berlagak, memasang wajah lesu, sampai menari-nari, mengangkat tangan, memegangi kepala. Kelihatan jelas di sini bahwa Yeye sudah strees. "Ray!" seru Yeye tiba-tiba, mendekatkan wajahnya ke Ray. Tidak lagi berdrama dengan memanggil Ray 'Bos'. "Ini biodata calon pacarmu. Kau baca baik-baik ya, dan ingat! TI DAK A DA PE NO LA KAN!" seru Yeye menegaskan kalimatnya per ka

