Tangga kampus dipenuhi oleh mahasiswa-mahasiswi dengan rupa dan warna kulit yang berbeda, ada yang kuning langsat, merah malu-malu, gelap matahari, putih salju dan hitam pekat. Ada yang berambut lurus, ada yang berambut ikal, ada yang kribo. Ada yang pendek, tinggi, tinggi menjulang, langsing, kurus, dan berisi. Ada pula yang rambutnya hitam legam, hitam nanggung karena terbakar matahari, dan pirang asli-- bukan cat. Tak hanya itu, dialek bahasa Inggris yang mereka gunakan masing-masing juga terdenger tak setempo dan seirama. Ada yang bahasa Inggris lancar bak kereta api kelas ekonomi. Ada yang bahasa Inggrisnya terdengar sedikit berbeda untuk beberapa kalimat, ada pula yang bahasa Inggrisnya tidak keinggris-an. Ada yang tempo berbicaranya cepat, ada yang lambat, ada yang mikir-mikir dul

