Liandra, menarik kepala Zeline untuk di peluknya, menciumi manja pucuk kepala kekasihnya itu. Liandra, sangat menyukai wangi khas kekasihnya itu. "Sayang, kau menciumiku seperti ini, bagaimana kalau ada yang melihatnya?" "Aku tidak perduli, aku sangat menyukai aroma tubuhmu" Liandra kembali menghujani Zeline dengan ciuman. Zeline, melirik ponsel Liandra yang tergeletak di meja. 'Laura'. "Sayang, ponselmu dari tadi bunyi, angkatlah takutnya penting?" Zeline sedikit menarik diri dari Liandra. "Biarkan saja, kalau penting dia akan menghubungi Candra" ujarnya santai. "Woii pacaran Mulu loe" seru seseorang yang baru datang dengan semangkok bakso. "Ada tukang bakso?" tanya Zeline antusias "Ada di depan, ada Sherly sama Lula juga di depan" tanpa permisi, gadis itu langsung bergegas mening

