Satu Minggu berlalu dan Zeline kembali menjalani hari-harinya seperti biasa. Membantu Damar menjalankan perusahaannya yang semakin maju. Ada Lula juga yang selalu setia menemaninya, tak lupa Sherly yang terkadang menengoknya, biar tidak setiap hari. Memasuk usia tiga Minggu kehamilannya, Zeline bersyukur karena calon bayinya tak minta yang aneh-aneh. Tak pernah mual-mual juga. "Makasih ya sayang, kamu sudah ngertiin mama selama tiga Minggu kita bersama. Kita berjuang bersama-sama ya" ujarnya sembari mengelus perutnya yang masih rata. "Pagi baby?" sapa Sherly yang langsung masuk tanpa permisi dengan suara khasnya yang rada cempreng itu. "Sherly, bikin kaget gue aja loe? gimana kalau gue jantungan?" "Ya sorry" balas Sherly. "Gimana kandungan loe?" tanya Sherly setelah duduk di kursi yang

