"Mar, gue minta maaf atas semua dosa gue dan izinkan gue buat mempertanggungjawabkan semua kesalahan gue. Tolong kasih restu loe buat gue sama Zeline" tangan Liandra masih memegang erat jemari Zeline. Biar dia sudah mengenal Damar dengan sangat dekat namun rasa grogi itu tetap ada hingga Liandra tak mampu mengatur kata-kata apiknya. Ini kali pertamanya dia meminta sesuatu sangat berharga bagi Damar. Zeline, masih tak percaya dengan apa yang di dengar. Liandra melamarnya. Suasana hening beberapa saat. "Mana ada orang ngelamar pakai bahasa loe gue gitu" Candra yang memulai berbicara, mencoba untuk memecahkan suasana, walau bercandaannya rada garing. "Panggil, kak dong?" lanjutnya yang langsung mendapat cubitan manja dari Lula. Liandra berpikir sejenak dan menuruti apa yang di bilang, Candr

