Hari-hari melesat begitu cepat. Siang berganti malam, hari berganti tahun. Di dalam perputaran waktu yang tidak pernah mengenal ampun, Binar tumbuh menjadi sosok dewasa yang kuat dan sabar. Rasanya, sembari melangkah riang sore ini. Binar dapat merasakan, Dedaunan menari kecil untuknya. Bunga-bunga yang bermekaran dipinggir jalan, bernyanyi tanpa henti. Dan matahari berdiri seperti sebuah lampu taman yang sempurna. Di dalam senyum ceria itu, tiba-tiba saja ia kembali terkenang pada jalur hidupnya beberapa waktu yang lalu. Ketika semua bermunculan, Binar terhenyak sejenak dan sempat meneteskan air mata. Saat itu, tanpa diduga, hari-hari yang manis dan dikelilingi berbagai mainan, mulai menemui pahit dan getirnya kehidupan. Kemudian di salah satu hari lainnya. Ketika itu, ia merasa tiba

