Cinta dan Percintaan

1346 Kata

Makan malam romantis berbalut senyum manis, menghiasi wajah Ben dan Binar. Siapa pun yang melihat mereka, sudah pasti akan cemburu. Jangankan manusia, alam pun bersiteru. Mereka ingin merebut pandangan mata Ben yang tajam dan selalu menatap ke arah Binar, tetapi tidak mampu. Diiringi angin malam yang dingin dan terus berhembus. Ben menggapai jari-jemari tangan Binar nan lentik dan bersih. Kuku-kuku yang tidak terlalu panjang itu pun, menjadi saksi kecupan manis dan belum pernah luntur karena terus saja diberikan Ben untuk Binar. Sikap manis itu, seakan sudah menjadi sebuah kewajiban. Hal ini memuat Binar semakin terbuai dan selalu merasa, bahwa ia adalah manusia yang paling beruntung di atas muka bumi ini. "Oh iya. Tadi di jalan pulang, aku membelikan sesuatu untukmu. Ini," ucap Ben s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN