Kerinduan tidak pernah peduli tentang apa dan siapa. Rasa itu, bagaikan air kali yang mengalir, dan terkadang lenyap setelah sampai pada muara yang bernama pertemuan. Begitulah perasaan Binar terhadap sang papa yang sudah begitu lama ia rindukan. Senyum dan dekapan tubuh beliau yang selama ini terasa begitu hangat, mampu dirasakan kembali, setelah belasan tahun terpisah. Meskipun keadaan dan waktunya sangat jauh berbeda, tetapi Binar tetap bersyukur kepada Tuhan karena telah diberikan kesempatan untuk dapat merajut jari-jemari dan saling menyapa lembut, meskipun harus berdampingan dengan air mata dan pengorbanan. Binar merasa Tuhan telah memberikannya kebaikan yang banyak dengan pertemuan. Siapa yang mampu menyuguhkan rasa bahagia sebesar ini, selain Sang Pencipta. Setelah pertemuan ya

