Wajah yang semula berkabut dengan langkah penuh duka, kini menjadi cerah tanpa awan. Takdir cinta yang membingungkan, terutama bagi Ben, tapi ia sudah menerimanya. Dari semua ini, ia menyadari betapa kuatnya seorang Binar yang berada di hadapannya saat ini. Bersama gunung cinta, Ben Cashel memeluk Binar seerat-eratnya. Seolah ia ingin tubuhnya begitu lekat, atau bahkan menyatu pada Binar. "Binar, ada yang ingin aku berikan kepadamu," ucap Ben di dalam dekapan Binar. "Kejutan lagi?" tanya Binar. "Jangan membuat aku malu, Ben!" Binar menyadari bahwa ia tidak pernah memberikan apa pun kepada Ben, selain rasa sakit. Ben melepaskan pelukannya dan menggenggam kedua tangan Binar. "Mungkin ini tidak sebaik yang kamu kira, tapi semuanya harus kita lewati." "Jangan membuatku takut!" pintanya de

