Senyum Binar

1250 Kata

Mata safir itu belum juga memperlihatkan maniknya yang kebiruan dan indah. Meskipun dikabarkan dalam kondisi baik dan semakin stabil, Ben masih belum tenang sebelum bibir Binar terangkat dan menyebut namanya. Tak lama, suara tangisan putra mereka, yang memiliki arti nama anak laki-laki yang agung seperti seorang raja itu pun terdengar memasuki ruang perawatan Binar. Ben segera berdiri dan menggendong putranya yang sudah tampak haus dan tidak sabar lagi menunggu mamanya bangun. Sadar akan keadaan tersebut, Ben kembali menangis di dalam hati. "Sabar ya, Sayang! Kalau sampai sore nanti mamamu belum juga bangun, kita beli mimik lain," kata Ben lalu mencium wajah putranya. Pada saat yang bersamaan, Ray mengejar bibir dan ujung hidung Ben, serta siap untuk menghisapnya. "Ben ... ." sapa mama

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN