Duri Dalam Daging

1115 Kata

Satu tahun kemudian. Sepasang kaki mungil bergerak lincah menapaki setiap bagian ruangan rumah yang tampak tersusun rapi. Ia hanya ingin melakukan sesuatu, sebelum papanya beranjak pergi untuk mencari rezeki. Di dalam kediaman yang terasa lebih ramai dan seru, Ben bersiap untuk berangkat ke kantor. Sedang ingin menikmati sarapan, Ray meminta sang papa untuk menggendong dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Sejak dulu, Ben tidak pernah menolak permintaan sederhana itu. Meskipun terkadang, Ray sering pipis dan membasahi pakaiannya. Ben sama sekali tidak perduli. Sebab baginya, senyum Ray adalah kebahagiaan yang tak terhingga. "Papa, dendong!" "Boleh." "Ray ... sama Mama saja nanti!" "Tidak mau." Ray menekuk dahi dan tidak setuju dengan ucapan Binar. Tapi, untuk hal lainnya, ia tidak akan me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN