Permintaan (Kado Spesial)

1421 Kata

Ben terus memperhatikan wajah Binar yang tampak semakin cantik di matanya. Meskipun tubuhnya hanya diam seperti ikan, tetapi hatinya gelisah bagai ombak di dalam lautan. Setelah empat puluh menit, Binar sadar dan bergerak lembut. Saat itu, Ben langsung menatap Binar dalam-dalam, guna memastikan keadaannya. Binar mendesis sekali lagi. Saat itu Ben tahu penyebabnya. Luka hantaman dari miliknya beberapa jam yang lalu, pasti sudah membuat Binar terluka. "Ben?" Binar membalas tatapan Ben yang tampak sudah teduh, seperti biasanya. Ben membuang wajah untuk menutupi perasaannya. "Sebaiknya kamu makan dan minum obatnya dulu! Setelah itu, tidurlah!" ucap Ben terdengar dingin dan itu sangat menyakitkan bagi Binar. Ben meletakkan baki di atas kaki Binar. Ternyata ia sudah menyiapkan sejak tadi. D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN