aku dan masa lalu si jagoan
"bunuh dia, bunuh dia", itulah kata kata yg terus terngiang dalam benakku 15 tahun yang lalu, ya itu adalah awal bermulanya aku menjadi yang sekarang ini. ayahku memang seorang preman dulunya yang sangat ditakuti oleh masyarakat sekitar tempat tinggal kami. bukan hanya ditakuti tapi ayahku sangat dibenci oleh mereka bahkan keluarga besar kami sendiri. pada akhir kebencian dan ketakutan itu yang membuat ayahku tewas pada malam itu, dimana ada lebih dari 20 orang yang sengaja menyiksa ayahku dan membunuh ayahku, dan lebih parahnya lagi aku dan ibuku menyaksikan pembunuhan itu dan setelahnya kami diusir keluar kampung malam itu juga Hanya membawa pakaian yang kami pakai dan 1 buah tas ransel yang sudah disiapkan mereka berisi baju aku dan ibuku.
pada saat itu kami kebingungan tapi setau kami , kami harus pergi walaupun tidak tahu kemana. tanpa terasa 4 jam perjalanan dg kaki telah kami lalui, tepat jam 1 subuh saat itu ibu menyuruh ku beristirahat dan melanjutkan perjalanan besok. ya kami tidur di emperan jalan pada malam itu. kelanjutan esokan harinya sebelum matahari menyongsong kami melanjutkan perjalanan sampai tibanya kami tiba di desa kecil setelah melanjutkan 5 jam perjalanan dengan berjalan kaki dan sesekali menumpang pick up yg melintas. tak terasa kami tiba di desa kecil yg masih baru bagi kami, karna sangat lelah yang kami rasakan, akhirnya ibuku menyuruh kami istirahat sambil mencari makanan untuk BS kami makan. pada saat itu usiaku baru 7 tahun, yang aku rasakan hanyalah ketakutan dan sedih yang sangat besar.
semenjak saat itu hidup kami terlunta-lunta hanya tidur di emperan, taman desa, ataupun mushola yg ada didekat kami. ibupun begitu terlihat sangat tertekan dengan keadaan itu. setelah 3 bulan lebih akhirnya ibuku mendapatkan pekerjaan membantu dirumah orang lain dan kami diberikan penginapan digubuk kecil. tidak ada kenal kata sekolah tidak tau membaca, itulah yang aku rasakan karena kami memang tidak memiliki biaya selain untuk makan sehari2.
singkat kata delapan tahun berlalu, ibuku terserang penyakit yang tidak bisa disembuhkan lalu meninggal 1 Minggu kemudian, usiaku baru 15 tahun tapi untungnya aku sudah bisa mandiri saat itu. akhirnya aku mengikuti jejak ayahku menjadi jagoan di usiaku yang baru beranjak 15 tahun.
akhirnya tepat usiaku 22 tahun, terlintas dipikiran ku untuk membalas perbuatan. mereka yang telah mengusir kami dan membunuh ayahku. masih kuingat sampai sekarang wajah mereka dimalam itu.
Dengan berbekal ilmu yang kupunya akupun kembali ketempat dimana kami sebelumnya tinggal. ya sudah 15 tahun sejak kepergian kami, dan sesampainya aku disana kulihat sangatlah berbeda dan mereka juga tidak kenal siapa aku. tapi kulihat ada beberapa orang yg sudah kelihatan tua, dan itu adalah beberapa orang yg aku ingat wajahnya. lalu aku memutuskan menjadi kuli didaerah tersebut sambil mencari tahu dan membuat rencana atas perbuatan mereka dahulu.
sudah sejak 4 bulan aku tinggal disana dan sudah 2 orang yang meregang nyawa di tanganku, tetapi mereka tidak tau siapa pembunuhnya sampai ada desas desus adanya kabar bahwa anak sang jagoan telah kembali. waktu terus berlalu tapi mereka tidak mengenali siapa aku, karna aku yg sekarang sangat lah beda dr wujud ku dahulu.
seriring berjalannya waktu aku bertemu gadis manis, dan kami sama sama suka. kami pun berpacaran tetapi saat aku pertama kali main kerumahnya betapa kagetnya aku, bahwa ayahnya lah yg menjadi provokator dan paling depan saat mengusir kami. dengan perasan yang bercampur aduk aku tetap menjalankan hubungan kami. lagipula saat itu orang tua dari pacarku sangat baik kepadaku dan mereka orang berada sekarang, bahkan aku ikut dalam usaha yang dimilikinya.
tapi apakah smua akan berhenti sampai disitu? ternyata tidak, semenjak 1 tahun aku tinggal disana sudah 4 orang yg aku lenyapkan, setelah itu aku hanya menunggu waktu untuk melancarkan kembali rencana ku sambil aku menjalankan kehidupanku disana.
pada. akhir saat tepat usiaku 24 tahun, aku menikahi gadis yang aku cinta, dan setelah itu nyaris selama 3 tahun aku belum menjalankan kembali rencana ku. saat itu juga aku memiliki seorang anak perempuan cantik.
sampai suatu saat aku mendapatkan kesempatan besar dimana ayah mertuaku mengajakku pergi ke luar kota yang berjarak 6 jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. disana lah timbul kembali siasat ku untuk menghabiskannya. saat tiba di lokasi ternyata Diana kosong tidak ada siapa. aku pikir inilah kesempatan ku yg terbaik. tiba tiba ayah mertuaku berkata "nak, selama beberapa bulan terakhir ini sebenarnya aku sudah menduga, bahwa aku sebenarnya kenal siapa dirimu, kamu anak dr jagoan yg telah kami bunuh itukan??" katanya bertanya. lalu akupun terdiam sejenak lalu berkata " iya, dan knapa?? kenapa kalian tega membunuh bapakku??" " apakah kalian tidak tau apa yang telah kualami dan sakitnya ibuku karna kalian" sambungku. " iya, aku menyadari kami salah, tidak ada alasan yg harus kami ucapkan atas tindakan kami dahulu", " sekarang terserah kamu mau melakukan apapun terhadapku, karna aku jg tidak mau menanggung beban selama sisa hidupku" lalu dia berkata lagi " aku sengaja mengajakmu pergi jauh dari rumah supaya kita BS leluasa bicara berdua, dan kamu bebas bertindak apapun yang kamu mau". lalu akupun terdiam dan setelah itu berteriak sekuat kuatnya "knapa aku? kenapa harus aku yang mengalami ini smua??". lalu kubuat kesepakatan dimana aku akan berhenti membalas dendam dengan catatan, mereka semua yang masih hidup harus menyerahkan diri dan jika ada yang menolak maka aku yang akan menyelesaikan sendiri. bapak mertuaku pun setuju lalu kami pulang kerumah.
3 hari kemudian ada 17 orang yang menghadapku bahkan dr mereka ada yg sudah tidak bisa berjalan. mereka setuju untuk menyerahkan diri.
setelah itu smua selesai disepakati akupun lalu pamit ke istriku untuk pergi selamanya. berat bagi kami tapi itulah jalannya. aku sudah tidak lagi mau berurusan dengan masa lalu lagi. sekarang usia ku sudah lebih dr 40 tahun. dan aku pun sudah memiliki 2 orang anak dr pernikahan ku yang kedua. Alhamdulillah aku sudah berubah. menjalani hidup lebih baik sekarang. aku hanya ingin melihat anakku tumbuh dengan baik nantinya. dan pelajaran masa lalu adalah pelajaran hidupku yang paling penting