Aku bukan tipe orang yang gampang menyerah, atau merasa takut sama sesuatu. Bagiku, hidup ini adalah sederet pilihan yang terangkai pada setiap detik, dan menyerah adalah pilihan paling konyol. Aku percaya, peluang selalu ada. Dari satu lemparan koin, maka peluang kedua sisinya adalah sama. Termasuk hidup dan mati, keduanya sangat mungkin terjadi padaku saat menghadapi Gus Anam nanti. Kali ini, aku merasa harus bersyukur karena Ayas muncul dengan mantra ajaibnya. Dia benar, aku punya Allah dan itu artinya aku juga memiliki segalanya. Termasuk kekuatan untuk menhgancurkan senjata milik Gus Anam. "Kita pergi bersama." Asrul mengambil kotak hitam yang ia sembunyikan di antara buku-buku. "Dengan bantuan ini, aku bisa membuat jiwa menjadi sangat ringan dan mudah berpindah dari alam sadar me

