Tersingkap

2986 Kata

Aku berjalan di belakang Asrul, mengikutinya selangkah demi selangkah. Kali ini kami berada di sebuah hutan, yang pohon pinusnya menjulang tinggi seperti sedang berusaha menantang langit. Di sisi kananku, tepatnya di bawah sana, mengalir sungai kecil yang airnya sangat jernih, dan gemerciknya memberikan sensasi menenangkan, ditambah suara kera liar yang saling bersahutan dengan kicau burung. Sesekali, burung-burung itu terbang rendah, seakan berusaha menyapa kami lebih dekat. Kupikir mereka akan takut pada kehadiran manusia, yang pastinya merupakan mahluk asing bagi mereka, mengingat jarang ada manusia yang berani datang ke hutan banawasa ini, tapi aku salah. Seluruh binatang liar di hutan ini, menyambut kedatangan kami. Kabar baiknya lagi, busur panah dan seluruh perlengkapannya juga kemb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN