Aku meneliti pemuda di depanku dari ujung kaki ke ujung kepala. Memutarinya, mncoba menemukan keanehan di dalam dirinya. Dia sangat mirip manusia, juga tidak memiliki roda di kedua kaki seperti Ratri. "Apa yang kamu lakukan?" tanya pemuda itu dengan alis yang nyaris menyatu. "Memastikan identitasmu. Apa lagi?" "Ck! Harusnya aku yang mencari tahu identitasmu. Kenapa ada manusia es di sini?" Aku mengembuskan napas kasar. "Manusia es?" "Memangnya apa? Dari sekian banyak film yang kutonton, hanya manusia es yang punya mata biru dan rambut putih sepertimu." Rambut putih? Bagaimana dia bisa tahu warna rambutku? "Astaga!" Aku segera berlari ke dekat tempat tidur, mengambil kain apa saja yang tergeletak sembarangan, lalu menggunakannya untuk menutup rambut. Biar bagaimana pun, bunda s

