Ale terbangun dari tidur nyenyaknya saat telinganya menangkap suara teriakan yang begitu mengganggu. Namun ia enggan membuka matanya. Dirinya merasa begitu malas, ia menarik selimut dan meeingkuk untuk melanjutkan tidur nenyaknya. "Ale. Bangun...!!" Lagi-lagi teriakan itu menghampiri telinganya. Bukan hanya sebuah teriakan, tapi juga tepukan keras di pipinya. "Ale... Bangun gak lo!!, apa mau gua siram hah?!" Billa sosok yang tengah membangunkan Ale itu terlihat kesal, akhirnya ia mengerang panjang, menyerah. dengan kesal dirinya melangkah kedalam kamar mandi, berniat mengambil air dan menyiramkannya ke Ale jika tak juga bangun. Jika bukan karna bunda Ale yang menyuruhnya untuk membawa Ale pulang kerumah karna ada acara, dirinya malas untuk mengunjungi apartemen Ale di pagi buta sep

