"Ale, hantarkan pesanan ke meja nomer 7, dan jangan buat kekacauan" titah sorang Damian dengan nada yang terdengar tegas dan tak terbantahkan. Ale dengan segera melakukan perintahnya. Tanpa banyak bivara dan bertanya ia langsung membawakan nampan berisi pesanan untuk seorang di meja nomer 7. Berjalan dengan membawa sebuah nampan yang terisi dengan banyak piring makanan tidaklah mudah. Perlu kehati-hatian agar ia tak membuat masalah lagi. "Silahkan, pesanannya" suara yang begitu ramah dan merdu, Ale berikan tanpa melihat seorang yang tengah duduk di meja itu dan memperhatikannya dengan intens, Ale meletakan dan menyusun beberapa piring pesanan di meja dengan rapih dan hati-hati. Setelah selesai barulah ia mengangkat wajahnya dan menatap sang pelanggannya, seketika tatapan mereka berte

