Antara mimpi dan rasa bersalah

1572 Kata

"Pak... Bangun, pak..." ujar Bu Anita membangunkan Pak Hendra yang sedang dalam perjalanan ke kantor polisi. "Aku bermimpi bertemu orangtua Aluna, sayang," ujar Pak Hendra dengan keringat membasahi keningnya. "Lalu?" ujar Bu Anita penasaran. "Aku meminta maaf, mereka sepertinya mau menjemputku, sayang," Pak Hendra merasa ketakutan. "Itu hanya mimpi," ujar Bu Anita berusaha menenangkan Pak Hendra. Sesampainya di depan kantor polisi, Pak Hendra enggan turun dari mobil. "Kita ke rumah saja, sayang. Aku belum siap mental. Dalam mimpiku, mereka muncul di depan polisi dan memanggil namaku," Pak Hendra terlihat pucat pasi. Lalu, tanpa sadar, Pak Hendra tidak melihat lampu merah dan melaju kencang hingga bertabrakan dengan truk kontainer yang sedang melaju kencang karena lampu hijau. Mobil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN