Pagi ini Indira memutuskan pulang ke kontrakannya, bersama Emah. Dira mengenang masa- masa dimana harus irit dan sendiri. Bagaimana keadaan konter yang dulu ya? Dira melihat jam dinding, masih jam sepuluh rupanya. Ia mengambil tasnya dan mengajak Emah untuk ke sepinggan. Dira memesan taxi online setelah beberapa saat taxi itu sudah tiba dan mereka segera berangkat. Will tidak bisa menemaninya karena harus bekerja, dan Indira tidak ingin menganggu lelaki itu, bayangkan saja menjelang hari pernikahannya Will masih sibuk bekerja xixi. ‘’Buna, kita mau kemana?’’ tanya Emah saat naik ke dalam mobil. Dira menutup pintu dan meletakan tasnya di samping. ‘’Kita mau ketempat kerja Buna jaman dulu sayang, Buna kepengen liat disana.’’ Balas Dira. ‘’Hm gitu.’’ Jawabnya sambil mengangguk paham.

