"Ayah aku tidak ingin menikah dengan wanita yang sama sekali tidak aku kenal dan tidak aku cintai." tolak keano.
Ayah pun menatap Keano dengan tajam. Sudut bibirnya terangkat ke atas, dan menunjukkan wajah yang mengerikan. "Apa katamu!!"
"Aku tidak ingin menikah dengan dia, Ayah. Aku sudah memiliki wanita yang aku cintai. Dan aku akan menikah dengan wanita itu." seru Keano kembali.
Semua orang terkejut mendengar penilaian Keano. Apa dia lupa, terakhir kalinya dia menolak permintaan Ayah. Orang yang Keano cintai mati di tangan pria tua itu. Dan sekarang dia kembali menolak dan mengatakan apa yang terjadi pada Ayah?
Bukannya marah, orang yang dipanggil Ayah itu pun mengusir wanita yang berdiri mematung di sampingnya. Dia akan menemuinya kembali setelah urusannya dengan anaknya selesai. Semua orang bangkit dari duduknya melihat Ayah yang melangkah mendekat ke arah Keano. Belum lagi pria itu hanya tersenyum miring, seolah senyum itu adalah peringatan yang nantinya akan membuat Keano menyesal dengan pilihannya.
"Aku sangat bangga denganmu, Keano. Kamu selalu menolak apapun yang Ayah berikan padamu. Dan kamu tentu tahu, apa akibat jika kamu menolak permintaan Ayahmu ini." sinis pria tua itu.
Keano menghela nafasnya. Bukannya menolak, dia tidak menolak apapun yang Ayahnya berikan. Tapi kalau masalah jodoh seperti ini, tidak hanya Keano saja. Tapi semua anak Ayah juga menginginkan jodoh yang mereka pilih sendiri, tanpa melibatkan orang lain. Itulah yang ingin Keano katakan pada ayahnya. Tapi pria tua itu soal tidak ingin mengetahui apapun yang anaknya katakan.
"Keano kamu … "
"Joshua lebih baik kamu diam!! Aku tidak ingin mendengar apapun." sela Keano dan membuat pria yang memiliki nama Joshua pun diam.
Pria itu menepuk bahu Keano, dan meminta Keano memikirkan hal apa yang akan terjadi, jika dia menolak perjodohan ini. Selain membahayakan nyawa kekasihnya, ayahnya juga bisa membuat seluruh keluarga kekasihnya itu berbaring di bawah tanah dengan tenang.
Menatap punggung Ayah yang pergi dari hadapannya. Ingin rasanya Keano melempar pisau buah itu ke arah pria egois. Dia pikir dia siapa mampu mengatur hidup Keano seenak jidatnya. Pria itu tahu jika Ayahnya lebih tua darinya. Tapi bagaimanapun kebahagian Keano, tentu Keano sendiri yang menentukan bukan dia. Tapi mau bagaimana lagi, ayahnya tetap lah ayahnya tidak akan pernah bisa berubah sama sekali.
"Kita tidak bisa berkutik. Lebih baik kitab menurut, setidaknya kau menyelamatkan Andrea dan juga keluarganya, Keano." kata Aloysius menepuk bahu pria itu.
"Aku tidak ingin menikah dengannya. Jika aku mau, aku ingin menikah dengan Andrea itu saja. Atau aku mengajak Andrea menikah saja tax tanpa sepengetahuan Ayah?" ucap Keano.
"Jangan bodoh!! Kamu pikir hal itu bagus apa!! Belum tentu dia mau menikah denganmu." dengus Kenny.
Ya kan siapa tahu saja Andrea mau menikah dengan Keano, ketika mendengar cerita pria itu yang menyedihkan. Pria itu memutuskan untuk pergi dari rumah, dia tidak peduli jika ayahnya tahu wanita mana yang dicintai oleh Keano.
Mengendarai mobilnya menembus jalanan ibukota, Keano memutuskan pergi ke ruang Andrea. Dia pun memarkirkan mobilnya tepat di depan rumah Andrea. Menelpon wanita itu untuk turun ke bawah menemuinya. Dia ingin berbagi cerita apapun yang terjadi hari ini dengan Andrea.
Menunggu hampir lima belas menit, wanita yang ditunggu pun datang. Disini Keano tersenyum kecil, menatap penampilan wanitanya yang begitu menggoda iman. Baju crop hitam, celana pendek dan juga kemeja hitam yang terbuka.
"Kenapa kamu mengajakku bertemu malam-malam? Ini waktu orang tidur, Keano." kata Andrea.
"Ya aku tau." jawab Keano sambil menjalankan mobilnya dengan cepat. "Aku hanya merindukanmu saja. Apa tidak boleh?" ujarnya.
Andrea menggelengkan kepalanya. Dia pun mencari ponselnya, dan ternyata ponselnya harus ketinggalan di rumah. Memilih duduk manis, sambil menyalakan lagu, wanita itu memilih memejamkan matanya perlahan.
"Apa kamu mengantuk?" tanya Keano memastikan.
"Sedikit. Aku sudah memposisikan diri untuk tidur. Lalu kamu menelpon, dan membuat ponselku ketinggalan." jelas Andrea.
"Maafkan aku. Aku hanya ingin bertemu denganmu." kata Keano merasa bersalah. Dan membuat wanita itu bergumam kecil.
"Untuk apa?"
"Aku kesal dengan ayahku. Dia menjodohkan ku dengan wanita yang sama sekali tidak aku inginkan." jelas Keano.
Wanita itu tersenyum kecil sambil menggulung rambutnya. "Lalu wanita mana yang kamu inginkan? Kamu hian bilang pada ayahmu jika kamu tidak ingin menikahinya."
Menginjak pedal remnya, Keano pun menatap Andrea dengan tatapan dalamnya. "Aku menginginkan kamu, bukan wanita lain!!" ucapnya, dan langsung mencium bibir Andrea dengan begitu kasar.
****
Menikmati secangkir coklat panasnya, Andrea sesekali menatap pemandangan alam di hadapannya. Semalam, Keano tidak memulangkan nya ke rumah dengan alasan jika masih banyak hal yang mereka bicarakan. Hingga pada akhirnya, mereka pun tidur tepat jam dua malam, tanpa mengulang malam sebelumnya. Dan sekarang, wanita itu bangun lebih dulu dan menikmati coklat panas kesukaannya.
Membalik badannya hendak masuk, yang ada Andrea kalah melihat Keano yang sudah berdiri tegak di depan pintu dengan mengucek kedua matanya. Pria itu harus aja bangun dari tidur panjangnya. Dan baru kali ini Andrea tahu, jika pria itu tidak bisa tidur dengan mengenakan baju. Mendekat, dan melingkarkan tangannya di pinggang Andrea. Pria itu langsung memeluk Andrea dengan erat. Hingga membuat wanita itu membalas pelukannya dan mengusap punggung Andrea.
"Apa suasana hatimu sudah membaik?" kata Andrea memastikan.
Untung saja kebersamaan mereka semalam, tidak ada soju atau wine yang bisa dinikmati ketika malam dingin. Hanya ada banyak minuman soda dan juga cemilan, Keano juga membeli banyak kopi instan yang didinginkan di lemari pendingin.
Pria itu menggeleng, suasana hatinya tidak akan baik-baik saja, jika energinya setelah ini akan pergi. Ya, Keano sudah menganggap jika Andrea adalah energi kehidupan bagi Keano. Terdengar begitu menjijikan di telinga Andrea, tapi mau bagaimana lagi penilaian orang tidak bisa dicegah.
"Baiklah. Jika tidak, lebih baik kamu menerima perjodohan ini. Sepertinya itu jalan yang terbaik, antara kau dan juga ayahmu." kata Andrea lembut.
"Hah … Rasanya aku ingin sekali menghamilimu. Apa kamu tidak sakit hati mendengar hal itu, setelah apa yang kita lakukan malam itu?"
Kalau sakit hati sih tidak bagi Andrea. Toh, melakukan satu saja tidak akan membuat Andrea hamil. Lagian malam itu mereka juga tidak sadarkan diri kan? Hal itu terjadi begitu cepat. Yang tiba-tiba saja Andrea sudah terlentang di atas tempat tidur dengan Keano yang mengambil posisi di atas Andrea. Dan hal itu pun terjadi di antara mereka. Mau menyesal pun juga tidak akan bisa, semuanya sudah terjadi dan Andrea harus bisa menerimanya dengan lapang d**a.
"Ya aku tahu, kamu tidak akan sakit hati. Toh, kamu juga tidak mencintaiku. Hanya aku yang mencintaimu saja." kata Keano merajuk.
Bukan masalah cinta atau tidak. Selama ini Keano juga tidak pernah mengatakan isi hatinya seperti apa. Dan baru kali ini Andrea mendengar jika pria di hadapannya saat ini sedang mencintainya? Yang benar saja!!!
"Aku sungguh-sungguh, aku sangat mencintaimu, Ea." kata Keano kembali.
"Aku tidak yakin. Selama ini mau mendekatiku juga karena rasa penasaran mu kan? Dan setelah kejadian itu, kau bilang jika kau mencintaiku. Keano--
Cup
"Diamlah!! Kau tidak akan tahu apa yang aku rasakan, karena hanya aku yang merasakannya buka kamu. Jika kamu memiliki rasa yang sama, ucapanmu tadi tidak akan keluar dari bibir mungil ini." kata Keano memotong ucapan Andrea, hingga dia pun menunjuk bibir itu dengan jari telunjuknya.
Tentu saja hal itu langsung membuat wanita itu terdiam. Dia pun menaruh cangkir kosongnya di atas pagar kayu. Sampai akhirnya Keano kembali memeluk Andrea kembali, menggoyangkan badannya ke kiri dan kanan, Keano malah menatap seseorang yang bersembunyi tak jauh dari tempatnya berada.
Dengan cepat pria itu melepas pelukannya, dan meminta Andrea untuk segera masuk. Hanya sekedar mandi atau membuat sesuatu di pagi hari, karena Keano sudah merasa lapar.
"Baiklah, akan aku buatkan roti panggang. Semalam kau sudah berbelanja banyak, jadi aku akan menyiapkannya." kata Andrea dan berjalan masuk.
Memastikan jika wanita itu sudah masuk ke dapur atau kamar mandi. Keano memutuskan untuk melompat dari atas pagar sepinggang itu, dan mencari tahu, pria yang terus menatapnya sejak tadi. berlari mengejar tanpa mengenakan alas kaki, Keano pun akhirnya bisa menarik baju yang pria itu kenakan. Dan menarik topi maupun masker yang pria itu kenalan.
"Hai Kak … " sapanya dengan nada menjengkelkan.
****
Keano terus menunjukkan wajah cemberutnya, ketika tahu siapa yang mengikutinya sejak semalam. Dia pikir, mobil yang mengikutinya ketika keluar dari rumah hingga ke rumah Andrea. Itu adalah mobil anak buah ayahnya, dan nyatanya yang datang malah adik dan juga kakaknya.
"Aku ingin daging kelinci itu setengah matang." kata Marcelino.
Ya, pria itu adalah Marcelino. Sedangkan pria yang tadi bisa ditangkap oleh Keano adalah Aaron. Dan yang berada di sini tidak hanya Marcelino dan juga Aaron, tapi juga dengan Kenny, Joshua dan juga Aloysius. Untung saja Diego tidak ikut andil dalam hal ini entah dimana pria itu, dan nyatanya Keano sama sekali tidak peduli dengan keberadaan pria itu. dia terlalu larut dalam dunianya sendiri, dan jarang sekali berada di rumah berkumpul dengan yang lainnya.
"Jangan menyuruh kalau permintaanmu aneh-aneh. Lebih baik kau memasaknya sendiri Marcell!!" cibir Keano.
"Ki, apa kau marah?" kekeh Aloysius.
Tentu saja dia marah. Apalagi ketika pria itu meminta wanita yang dia cintai memasak daging kelinci. Kalau diingat masakan Marcelino juga enak, dan dia hanya ingin membuat Andrea sibuk hingga tak memiliki waktu bersama dengan Keano malam ini.
Bangkit dari duduknya dan menghampiri Andrea, yang ada Kenny malah bangkit dari duduknya pula dan berdiri tegak di samping Andrea. Pria itu juga sempat menyenggol pinggang Andrea, hingga membuat wanita itu menoleh kaget.
"Sorry aku tidak sengaja. Aku ingin mengambil daging di sampingmu." kata Kenny.
Andrea mengangguk, dia pun mundur beberapa langkah hingga membuat punggung Andrea menabrak d**a bidang Keano. Tentu saja hal itu, langsung membuat Kenny dan yang lainnya mendengus kesal. Mereka itu sadar tidak, jika disini hanya Keano saja yang membawa pasangan. Sedangkan yang lainnya … Jangankan pasangan, yang ada mereka malah membawa kerabat mereka untuk berkumpul bersama.
"Tolong mengertilah!!" seru Aaron kesal. Dia bahkan sampai melempar penutup kaleng ke arah Keano dan juga Andrea. "Jangan membuat mata kita ternodai dengan dosamu, Keano!! Lepaskan Andrea dan biarkan wanitamu memasak." dengus nya.
Menoleh dan menatap Aaron tajam. "Jangan sampai aku melemparkan pisau ini ke arahku."
"Jika saling bunuh tolong katakan padaku. Aku akan menjual organ tubuh kalian, dan mendoakan banyak uang." sahut Andrea.
Semua orang tertawa, tapi hal itu tidak membuat Keano melepas pelukan itu. Bahkan Keano juga beberapa kali harus mengecup puncak kepala Andrea, hingga membuat semua orang kembali menatap Keano jengkel. Tidak hanya itu, Joshua juga sempat menyinggung tentang Marsya calon istri Keano. Tapi yang ada saat ini Keano malah menghabiskan waktu bersama dengan Andrea. yang dimana seharusnya Keano menghabiskan waktu berada Marsya dan juga saling mengenal satu sama lain. Tapi yang ada …
"Jangan bahas apapun! Aku tidak akan menikah dengan wanita itu." seru Keano.
"Lalu … Apa yang akan kau lakukan untuk membatalkan pernikahan ini?" kata Joshua yang cukup penasaran dengan rencana Keano.
Untuk saat ini Keano tidak tahu harus berbuat apa. Tapi yang jelas, yang ada dipikiran Keano saat ini adalah bagaimana caranya membuat Andrea hamil. Itu adalah salah satu cara yang dia pikirkan, dan Keano juga yakin jika rencana itu akan berhasil membuat ayahnya tidak jadi menjodohkan dirinya.
Mendengar kata hamil, Andrea langsung melempar kaleng kosongnya ke arah Keano. "Hal itu tidak akan pernah terjadi di antara kita!!" dengus Andrea, dan membuat Keano menatapnya penuh arti
Pernah atau tidak, yang jelas hal itu akan terjadi antara dirinya dan juga Andrea. Apapun caranya!!
-To Be Continued-