Cold-16

1853 Kata
Mendengar deringan ponsel, Keano bangun lebih dulu. Mengambil baju dan juga celana pendek nya, mengenakan asal. Dia pun mengambil ponselnya dan menjauh dari ranjang. Menatap id call siapa yang menelponnya, dengan senyum smirknya. "Katakan!!" perintah Keano. Ajarin menjelaskan jika itu adalah mobil Frederick, dia hanya memperingati Keano atas apa yang dia lakukan pada anak buahnya. Beberapa hari yang lalu, anak buah Frederick dengan lancang memasuki wilayah Keano dengan cara tidak sopan. Bertransaksi dengan anak buah Keano sendiri, dan mengambil keuntungan yang cukup besar. Dan itu sudah mereka lakukan beberapa kali. Untung saja Keano tahu lebih dulu, sebelum sesuatu terjadi pada dirinya dan juga keluarganya. Tanpa menunggu perintah, atau apapun itu Keano sendiri langsung menembak mati anak buah Frederick dan juga anak buahnya, yang sudah berkhianat padanya. Dia tidak suka pengkhianatan, kecurangan dan juga penipuan. Siapapun!! Jika hal itu terjadi pada Keano, hari pria itu nyawa adalah balasan paling pantas. Frederick sendiri sejak dulu juga tidak pernah mau mengalah dengan Keano. Selama di luar negeri, dia selalu saja ingin menghancurkan Keano. Tapi, tak ada satu rencana Frederick yang berhasil menghancurkan Keano. Dan kali ini … dia benar-benar ingin mati di tangan Keano. Menyadari wanita di belakangnya membuka mata. Keano pun segera menutup ponselnya, dia akan mengirim pesan saja pada Aaron, dan meminta pria itu melakukan sesuatu pada Frederick. Setidaknya agar pria tua bangka itu diam dan tidak berulah. Membalik badannya melihat Andrea yang ternyata hanya menggeliat di atas tempat tidurnya. Keano pun tersenyum kecil. Semalam … karena hal itu, mereka pun melakukan suatu hal yang tak terduga. Menghabiskan satu malam dengan gairah yang begitu memanas. Entah kerasukan setan apa Keano semalam atau mungkin karena tempatnya yang sepi dan tak ada orang sama sekali. Hanya ada jin dan juga setan, yang mampu menggoda dan membisikkan sesuatu di luar pikiran Keano. Dia melepas keperjakaannya karena Andrea, begitu juga dengan Andrea yang melepas mahkotanya untuk dirinya. Ini bukan rencana awal, dia hanya ingin memberi hadiah pada Andrea atas permintaan maafnya. Tapi yang terjadi … Wanita itu sekarang benar menjadi miliknya. Tanpa status tidak salah, tapi Keano mengikat dia dengan hal semalam. Berjalan mendekat dan kembali berbaring di samping wanita itu. Tangan Keano reflek terakhir dan mengusap pipi wanita itu. Hingga membuatnya terganggu dalam tidurnya. Bahkan Andrea juga tak segan-segan menepis tangan Keano, yang terus saja mengusap pipinya. "Bangun sayang … " ucap Keano lirih. Bukannya membuka mata, Andrea malah membalik badannya dan memunggungi Keano. Hingga sinar matahari dari jendela kecil menembus kedua bola matanya. Tentu saja hal itu langsung membuat Andrea membuka matanya dengan jengkel. "Bisa tidak, jendela itu diberi kain atau apapun? Aku sangat terganggu dengan sinar matahari." dengus Andrea Keano tertawa kecil, menarik selimut yang menutup tubuh Andrea hingga sebatas bahu. "Tidak bisa. Aku sengaja membukanya, agar kau mau bangun. Ini sudah siang sayang, mau disini terus?" Mendengar kata siang Andrea pun langsung bangkit, tanpa mempedulikan selimutnya yang hampir saja menunjukkan gundukan padat, yang semalam dimainkan oleh Keano. Menarik nafasnya dalam, Keano membenarkan selimutnya agar menutup dua gundukan itu hingga sebahu. Dia pikir, Keano tidak tergoda apa dengan hal yang dia lakukan. Bagaimanapun Keano itu pria normal, semalam dia baru saja selesai melakukan hal itu, dan jangan sampai dia melakukannya kembali di pagi hari. Karena Keano ingin, cukup satu saja tapi mampu mengikatnya. "Kenapa tidak membangunkanku sejak tadi!! Aku ada janji dengan Josephine." pekik Andrea panik. Keano yang melihat hal itu langsung mengerutkan keningnya heran. Dia pun memberikan satu baju milik Andrea yang tergeletak di sampingnya. Bahkan wanita itu juga langsung memasuki kamar mandi dengan selimut yang menggulung tubuhnya. Hingga membuatnya terjatuh dan mengumpat begitu keras. "Huh … Semoga aku tidak salah pilihan." gumam Keano. Dari awal bertemu Keano sudah merasa, ada sesuatu yang menarik dirinya untuk dekat dengan Andrea. Ini pertama kalinya dia merasa seperti itu padahal sejak dulu Keano itu tidak begitu suka didekati, atau mungkin dekat dengan wanita lainnya. Dia merasa terganggu, dan pernah juga sampai mengusir wanita itu agar pergi dari hadapannya. Dan nyatanya sekarang … dia yang mati-matian mendekati wanita itu, hingga sejauh ini dan mendapatkan apa yang dia inginkan. Anggap saja Keano gila!! Dia gila karena Andrea, karena wanita yang baru saja dia kenal beberapa bulan yang lalu. Terdengar aneh tapi kenyataanya seperti itu. "Jatuh cinta bukanlah hal yang mudah. Tapi kali ini … aku tahu kau yang mempermudah." gumam Keano pelan dengan mata terpejam. **** "Frederick? Siapa Frederick?" kata Andrea heran. "Aku tidak tahu. Tapi seperti nya memang ada hubungannya dengan Keano masalah bisnis mungkin." jelas Josephine. Andrea memilih diam, dia pun meminta Josephine untuk menjelaskan masalah barang kemarin. Dia tidak begitu mengenal Frederick, dan tidak ada urusan sama sekali dengan Frederick jadi menurut Andrea itu sama sekali tidak penting. Josephine menjelaskan jika semua barang yang dikirim pun sampai dengan selamat. Walaupun ada penjagaan ketat, nyatanya semua orang bisa melewatinya dengan aman. Tak hanya itu Josephine juga mendapat paket sebuah pistol berjalan silver keemasan. Dalam paket itu ada sebuah pesan jika pistol terbaru ini tidak bisa digunakan dengan sembarangan. Dan meminta Andrea untuk mencobanya lebih dulu. Andrea menatap pistol di hadapannya dengan alis yang terangkat sebelah. Bukannya ini pistol mirip sekali dengan milik Keano tadi? Warna dan coraknya juga sama, dan Andrea menganggap jika pistol itu adalah pistol mainkan. Dan nyatanya Andrea tahu jika itu adalah pistol sungguhan. Namun, Andrea tidak tahu jika pistol itu pengeluaran terbaru. "Wow … sangat cantik." puji Andrea. "Tuan Steve yang mengirim. Katanya untuk dicoba dengan jarak seratus meter." "Seratus meter? Kepada dekat sekali!!" Kalau masalah itu Josephine juga tidak tahu. Dia hanya memberitahu isi pesan itu saja pada Andrea. Selebihnya, semuanya terserah Andrea saja. Steve hanya ingin tahu, bagaikan pistol rancangannya. Tapi yang membuatnya aneh, kenapa pistol seperti ini bisa ada di tangan Keano? Apa mungkin pria itu juga … "Jo bagaimana keadaan ibumu? Apa dia baik-baik saja?" kata Andrea. Josephine mengangguk, untuk saat ini ibunya sudah sehat. Operasi yang dijalaninya pun berhasil. Walaupun sampai saat ini ibunya masih mengkonsumsi obat, untuk memulihkan keadaannya. Mendengar hal itu Andrea pun tersenyum tipis. Dia pun meminta Josephine untuk lebih memperhatikan ibunya. Walaupun dia bekerja di rumah Andrea, bukan berarti dia tidak memiliki waktu untuk ibunya bukan? Dia hanya ingin Josephine tidak menyesal seperti apa yang Andrea rasakan. Tak hanya itu, Andrea juga meminta Josephine untuk mencari tahu keluarga Keano, dari Frederick dan juga sampai pistol milik Steve. Untuk apa juga dia membeli pistol itu jika tidak memiliki kepentingan apapun dengan pistol nya. "Baik. Aku akan cari tahu semuanya." kata Josephine. "Hmm, sekarang pergilah. Dan nikmati masa liburanmu. Ajak ibuku pergi ke Dubai, atau mungkin ke Miami, agar dia tidak stres. Dan … " Andrea menghentikan ucapannya ketika menatap satu kalung yang dipakai oleh Josephine. "Lepaskan kalung itu!!" ujarnya kembali. Josephine terkejut, dia pun memegang kalung yang dia pakai. Kalung ini dipakai oleh semua orang yang bekerja di tempat Andrea. Jika Josephine melepas kalung itu, tandanya dia sudah tidak lagi bekerja di tempat ini? Andrea menggeleng, dia masih bekerja dan menjadi tangan kanan Andrea. Wanita itu meminta Josephine melepaskannya bukan tanpa sebab. Tapi untuk saat ini Andrea tidak bisa menjelaskan semuanya pada Josephine. Dia tidak memiliki waktu, dan meminta Josephine untuk segera melepas kalungnya. Tidak mau membuat bosnya marah, Josephine pun melepas kalung itu dan memberikan pada Andrea. Wanita itu menyimpannya dengan baik, di sebuah laci. Jika nanti Josephine sudah kembali, dia bisa menggunakannya kembali. Meminta wanita itu untuk segera pergi. Andrea pun memilih memejamkan matanya. Apa yang dia lakukan semalam dengan Keano. Dan kenapa hal itu sampai terjadi. Bahkan semalam Andrea soal tidak mampu menolak, dan mempersilahkan Keano untuk menjamah tubuhnya. Menerima pria itu sepenuhnya, untuk mengisi dirinya penuh. "Ea … " Panggilan itu langsung membuat wanita itu membuka matanya perlahan. Disana sudah ada Cinta yang tersenyum begitu menyebalkan. "Untuk apa kamu datang ke ruangan ku? Kalau tidak ada penting, tolong pergilah!!" cetus Andrea. Mendengar usiran dari Andrea, Cinta pun mendengus. Dia pun duduk di hadapan Andrea, dan meminta wanita itu untuk memulihkan beberapa tema pernikahan. Dia ingin tahu pernikahan seperti apa yang Andrea inginkan selama ini. Dari gaun, tema, makanan, dan juga souvenir pernikahan. Tak hanya itu Cinta juga ingin tahu undangan pernikahan seperti apa yang Andrea inginkan juga. "Kau mau menikah? Apa yang mau menikah denganmu?" cibir Andrea. Cinta menatap nya tidak suka. "Aku cantik, siapa yang tidak suka dengan aku!!" "Aku!! Aku tidak suka denganmu!!" jawab Andrea cepat. "Dapat bodoh!! Kau ini perempuan. Aku juga perempuan, mana mungkin aku menikah denganmu, bodoh!!" Andrea tertawa kecil. Tapi tawa itu tak berlangsung lama, ketika Cinta berkata, "Ini pernikahan untuk Uncle Leo dan juga Aunty Angela. Aku ingin mereka menikah, dibanding harus tinggal bersama tanpa status." jelas Cinta. Wanita itu juga membolak balikkan banyak model dekorasi ruangan yang sangat cantik. Tempat souvenir dan juga beberapa jenis makanan yang sudah dia pilih. Tanpa mempedulikan wajah Andrea yang sudah mengeras layaknya batu. Dia memang pernah mengatakan, jika dia akan memberi waktu untuk aunty Angel membuktikan jika dia pantas menikah dengan Leo. Tapi nyatanya sampai saat ini Andrea sama sekali belum bisa menerima aunty Angel dalam hidupnya. Dan sekarang Cinta malah menyiapkan pernikahan Leo dan juga aunty Angel? "Menurutmu bagus yang mana?" tanya Cinta pada akhirnya menatap Andrea. Dia baru sadar jika wajah wanita itu mengeras, dengan tatapan mata yang begitu tajam. "Uncle Leo juga berhak bahagia. Bukannya kebahagiaan Leo tujuan utamamu?" ujarnya kembali. Melihat pangkal hidungnya, Andrea mendadak pusing. "Bukan berarti aku mengiyakan pernikahan mereka!! Kamu tahu, jika mereka menikah apa yang akan terjadi!!" Cinta tahu apa yang akan terjadi. Tapi Cinta juga tidak ingin Leo kesepian karena hal ini. Bagaimanapun di sisa hidup Leo, setidaknya dia memiliki pendamping hidup yang mampu merawat Leo di masa tuanya nanti. Lagian, kalau Andrea menikah, tidak mungkin juga kan tinggal satu di rumah ini. Dan yang jelas Andrea juga akan ikut bersama dengan suaminya kelak. Ingin rasanya Andrea tertawa kecil. Tapi nyatanya hal itu dia urungkan, ketika melihat laporan yang ada di atas mejanya. "Itu kalau aku menikah. Kalau tidak?" "Ya sudah … kalau begitu jadi saja perawan tua sampai mati!!" dengus Cinta dan membuat Andrea geleng kepala. **** "Lenyapkan dia!!" desis Keano. Aaron tidak setuju dengan ucapan Keano. Benci boleh, tapi mereka juga tidak boleh gegabah dengan semua ini. Mereka harus memiliki strategi yang pas untuk melawan Frederick. Bagaimanapun pria tua itu memiliki banyak gangster yang bisa membantunya. "Apa yang dikata Aaron itu benar. Kita harus memiliki strategi yang pas untuk dia." kata Marcelino. Keano menghela nafasnya berat. Dia pun langsung menatap Marcelino dengan tatapan nanar. Keano juga sempat menyinggung masalah ayah yang tidak pernah ada di rumah selama ayahnya pulang. Bahkan hanya malam itu saja Keano bertemu dengan ayahnya dan berbicara dengan dia. Kalau ayahnya itu tidak di rumah sudah dipastikan, jika sesuatu akan terjadi pada mereka semua. "Aku takut, ayah membawa banyak wanita untuk kita." kata Aloysius. "Bukannya itu juga termasuk tujuan ayah untuk pulang. Keano sudah terlalu jauh bermain, dan aku yakin dia akan menjadi sasaran utama ayah." kata Kenny. "Benar!!" seru seseorang. Semua orang menoleh mendengar hal itu. Mereka pun menatap ayah datang bersama dengan satu wanita seksi dan cantik di sampingnya. Sudah dipastikan jika wanita itu akan dijodohkan dengan salah satu anak ayah. "Perkenalkan, dia adalah Marsya calon istri Keano." -To Be Continued-
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN