“Siapa kalian?” Adhera dan Ervin benar-benar dibuat terkejut bukan main oleh sosok wanita paruh baya yang tiba-tiba saja muncul membuka pintu dari dalam. Wanita itu terlihat mengenakan baju hitam terusan bermotif bunga yang tampak terlihat elegan di tubuhnya. Rambutnya tersanggul rapih, wajahnya yang dipoles sedikit riasan menampilkan ekspresi keterkejutan bercampur amarah saat menatap dua orang asing di hadapannya. “Saya tanya siapa kalian?” tanyanya lagi. Kali ini dengan intonasi yang dipertegas. “Gimana kalian bisa masuk kesini? Kalian mau maling, ya?!” Adhera dan Ervin gelagapan. Keduanya melambai-lambaikan tangan, menyangkal tuduhan itu. “Bu-bukan!” seru keduanya bersamaan. “Ki-kita bukan maling.” Adhera berusaha menyangkal. “Kita cuma ... eh, anu ....” Adhera berusaha berpikir

