Part 28, Terciduk...

975 Kata

Adrian menemui Bram memberi kunci mobil. "Kok udah rapi, bawa travelbag lagi. Lo mau kemana.? Tanya Bram. "Gue harus nyelesaiin masalah gue sama Veni. Anterin gue kebandara." Sedikit emosi. "Dri, gue tau lo sakit hati. Lo harus tau kenapa Veni begini. Lo coba pikir kesalahan apa pernah lo buat sama dia.? Gue bukan ngungkit, setidaknya jangan emosi. Lo dengerin Veni. Jangan egois." Bram merangkul Adrian. "Fene mana Bro.?" Kepala Adrian celingak celinguk. "Lagi pergi sama Holi. Shoping, sekalian jalan-jalan." Jelas Bram. "Ya udah, anterin gue." "Ya." Bram menutup pintu kamar, berlalu menuju bandara. Dibandara Adrian bercerita tentang Veni. Tentang mabuk dia tadi malam, tindakan dia sedikit m***m pada Holi. Bram mendengar racauan Adrian terkekeh. "Nggak usah deh, masak kita nikah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN