Tiga Puluh : Haarlem

1187 Kata

Pagi hari di kota tua Belanda--Haarlem--sedang berangin. Hingga julukan 'negeri kincir angin' tersebut nampak tepat adanya. Bunga tulip yang beberapa waktu lalu bertebaran di setiap jengkal tanah kini kelopaknya mulai gugur satu per satu, hingga material coklat itu tidak lagi kelihatan. Jalanan Haarlem nampak lenggang sewaktu-waktu. Karena saat ini musim gugur memasuki musim dingin, hingga banyak penduduk kota Haarlem memilih datang lebih siang saat cuaca sedikit menghangat. Ditambah lagi banyaknya dedaunan berguguran membuat halaman rumah para londo berantakan, menambah daftar pekerjaan mereka di rumah. Namun biar musim es yang menusuk tulang sekalipun, sekolah di Haarlem khususnya Hogeschool atau Middelbare school tetap mengharuskan siswanya tertulis dalam Lijstnaam--absen. Hingga ja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN