"Akhirnya nyampe juga!" teriak Farel keluar dari mobil. Saat aku hendak menyusulnya turun, ada sesuatu yang menahan pergelangan tanganku. Aldi memegangku seolah mengisyaratkan untuk tetap berada dimobil. "Din ...." Ia menghadap belakang dan menatapku dalam. Aku menunggunya melanjutkan ucapan saat ia masih diam. "... Lo cantik, deh." Deg! Mataku membulat sempurna. Cantik? Serius? Tiga kata itu sukses membuatku tersipu plus melongo, kenapa sikapnya slalu berubah-ubah? Apa ia bunglon jadi-jadian? "Apa?" ulangku tak percaya. "Ya, lo cantik." Blush! Duh, kenapa sekarang blushing-nya? Kan malu aku. Ketahuan aku baper sama Aldi. "Tapi ...." Aldi menjedanya membuatku penasaran. " ... Bohong, haha." Untuk kedua kalinya aku dibuat cengo oleh Renaldi Geraldian Rasyid. Ini orang benar-benar ... pe

