Ketika dirimu pergi maupun saat dirimu kembali. Keduanya sama. Sama-sama tersirat dalam lambaian tangan.... Wahid Farah hanya diam menatap jalan yang gelap dari dalam mobil. Tepat disampingnya ada sosok lelaki yang dulu pernah menghiasi hari-harinya. Entah kebetulan dari mana dia datang disaat Farah sedang begitu terpuruk akibat kata-kata dari Syafiq. Dia bagai malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk menolongnya. Memberikan rasa aman dan menawarkan tempat untuk berbagi keluh kesah. “Terima kasih” ucap Farah pelan. “Untuk apa?” tanya laki-laki itu. Walau fokus menyetir, namun sesekali dia masih memandang Farah yang duduk dengan tegang disampingnya. “Sudah datang diwaktu yang tepat” “Nggak perlu bilang makasih sama aku. Coba bayangkan aku nggak lewat tadi terus ada orang jahat yang data

