Part 6

933 Kata
Pagi ini keadaan kantor tak seperti biasanya. Kantor dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan karena CEO mereka yang biasanya dingin dan datar tanpa ekspresi sekarang datang kekantor dengan senyum yang menghiasi wajahnya ditambah sang CEO berjalan sambil memainkan kunci mobil ditangannya dengan bibir tak henti-hentinya bersiul. "Selamat pagi pak" sapa resepsionis. "Pagi" jawab Keanu. Semua karyawan yang melihat itu melongo. Pasalnya Keanu jarang sekali menjawab sapaan karyawannya jika dijawabpun tak lebih dari deheman dan anggukan tapi pagi ini Keanu menjawab salam disertai senyuman belum lagi aksinya yang berhenti didepan meja resepsionis hanya untuk menjawab salam itu benar-benar mengejutkan semua orang karena biasanya Keanu langsung jalan saat disapa dan tanpa menoleh tapi saat ini berbeda. "Sepertinya suasana hati boss lagi bahagia" batin resepsionis. "Jangan senyum mulu, karyawan lo pingsan semua tuh" ucap Haris pada Keanu. Haris adalah sekretaris sekaligus sahabat Keanu dari smp dulu. "Maklum lagi bahagia" jawab Keanu dengan senyuman masih terlukis diwajahnya. "Cerita sama gue penyebab lo bahagia tapi diruangan lo aja" ucap Haris sambil berjalan bersisihan dengan Keanu menuju lift. Lift berhenti dilantai tempat ruangan Keanu berada. Keanu dan Haris berjalan keluar dan masuk keruangan Keanu. Keanu duduk di kursi kerjanya dan Haris duduk didepannya. " jadi ada apa ni?" todong Haris. "Gue bener-bener bahagia banget, lo tau kenapa?" kata Keanu. "Mana gue tau kan daritadi lo nggak ngomong apa-apa" semprot Haris langsung. Keanu mendecak," gue sebagai suami ngrasa dihargai banget sama dia. selama gue nikah sama dia, dia selalu nyiapin baju buat gue, nyiapin air hangat buat gue mandi, nyiapin makanan minuman tambah kue kering dan dia selalu nyium tangan gue setiap gue mau pergi" jelas Keanu dengan mata menerawang langit-langit ruangannya dan bibir yang terus menyunggingkan senyum. "Lo jatuh cinta sama bini lo" itu bukan pertanyaan tapi pernyataan. Sayang, Keanu terlalu bodoh memahami perasaannya sendiri. "Ngaco, gue cinta sama Sarah kalo lo lupa itu" ucap Keanu spontan. "Terserah, tapi gue yakin suatu saat lo akan nyesel saat dia pergi" Lelah dengan sifat sahabatnya, dia pemimpin perusahaan yang katanya jenius tapi masalah gini aja bodoh. Haris heran kok bisa makhluk bodoh macam sahabatnya jadi CEO perusahaan. Jika ia jadi Keanu, ia lebih milih putus dengan kekasihnya dan hidup bahagia dengan istrinya tapi sayang ia bukan Keanu bahkan sampai sekarangpun ia belum menemukan wanita yang tepat untyk hidupnya. "Jika nanti lo udah nyesel jangan cari gue untuk ngebantu lo" . Setelah mengucapkan itu, Haris keluar dari ruangan Keanu meninggalkan Keanu dengan kening berkerut tanda tak memahami ucapan sahabatnya itu. Memang benar seseorang akan terasa berharga saat kita kehilangan orang tersebut. Dan jika saat itu tiba kita baru merasakan penyesalan yang luar biasa hingga bernafaspun sulit. Dan semoga Keanu tidak mengalami penyesalan itu. Atau mungkin, Belum. *** Calista sampai dirumah langsung menuju kamar dan menguncinya, melemparkan tas dan kunci mobil keatas kasur lalu membuka pintu balkon dan duduk disana. Jika boleh jujur ia sebenarnya benar benar lelah, kesakitan yang ia rasakan selama ini rasanya tak muat lagi ditampung dihatinya. Dalam setiap do'anya ia tak meminta aneh-aneh, ia hanya minta diberi keluarga yang sakinah dan bahagia hanya itu tapi kenapa sulit sekali itu terkabul. Setiap hembusan nafasnya ia merasa ada yang menekan paru-parunya sehingga bernafaspun ia harus menggunakan tenaga jika mengingat kesakitannya selama ini. Tapi ia sudah bertekad dalam hatinya bahwa ia harus kuat dan tak menunjukkan kelemahan didepan semua orang. 'ya...gue harus kuat. semangat' batin Calista menyemangati dirinya sendiri bahwa usaha tak akan mengkhianati hasil dan ia percaya jika ia lebih giat berusaha maka ia akan mendapat hasil yang diinginkan. Calista bangkit dari duduknya dan langsung turun kebawah untuk memulai tugasnya sebagai seorang istri. Setelah selesai beres-beres rumah, Calista memasak makanan kesukaan Keanu yaitu ayam kecap dan tumis kangkung karena rencananya makan siang nanti Calista akan kekantor Keanu untuk makan siang berdua. Calista memasukan wadah yang berisi ayam kecap, tumis kangkung dan nasi kedalam paperbag. Setelah berganti pakaian, Calista menuju mobilnya digarasi dan siap pergi kekantor Keanu karena sekarang jam menunjukkan pukul 11:30. Setelah memakirkan mobil, Calista menuju meja resepsionis. "Pak Keanunya ada?" tanya Calista. "Ada bu" jawab resepsionis sambil tersenyum ramah. "Kalo gitu saya duluan keatas ya" pamit Calista. "Silahkan bu" jawab resepsionis disertai anggukan. Tak heran jika resepsionis memperbolehkan Calista keruangan bossnya karena semua karyawan dikantor ini tau siapa Calista dan statusnya sebagai istri dari boss mereka. Calista sampai dilantai tempat ruangan Keanu. Berjalan menuju meja sekretaris didepan ruangan Keanu. "Hai" sapa Calista pada sekretaris yang sedang fokus pada layar menyala didepannya. "Oh hai Calista mau menemui suamimu?" tanya Haris mengalihkan pandangan yang semula di komputer pindah kewajah cantik Calista. "Iya, apa mas Keanu ada didalam?" ucap Calista disertai senyuman. "Ada masuk aja, wah bawa apa itu?"ucap Haris. "Makanan kesukaan mas Keanu sengaja aku dateng kesini untuk nganter ini terus sekalian makan berdua" "Pasti Keanu suka dan semoga berhasil yang makan berduanya" ujar Haris. "Hahaha amin makasih mas Haris" kata Calista dan dibalas anggukan oleh Haris. Calista membuka pintu tanpa mengetoknya. Tapi pemandangan menyesakkan menghampirinya dan membuat ia diserang sesak secara tiba-tiba. Pemandangan yang tak pantas dilakukan oleh seseorang yang sudah beristri, pemandanya yang tak pantas dilakukan ditempat kerja dan pemandangan yang menikam tepat di ulu hati Calista tak terlihat tapi sangat menyakitkan hingga membuat air mata jatuh dari mata indah Calista. Melihat pemandangan itu seperti menampar Calista kuat bahwa posisinya tak pernah dihargai dan tak pernah dianggap. Menambah kesakitan Calista yang dilakukan oleh orang yang sama. Entah apa dosanya dimasa lalu hingga tuhan menghukumnya seperti ini, berusaha bangkit untuk dijatuhkan kedasar jurang terdalam. Kesakitannya serasa tiada henti setiap hari ia harus menelan kekecewaan dan menutup lubang menganga dalam hatinya hanya dengan kata 'gue harus kuat' rasanya tak cukup jika kekecewaan dan kesakitan itu selalu menghampirinya seakan Calista dan kesakitan itu bagai sepasang sepatu yang selalu berdampingan. "Apa yang kau lakukan" Suara itu menginterupsi Calista untuk menengok kesumber suara dan menemuka dua orang dengan tatapan mata tanpa rasa bersalah semakin membuat Calista yakin bahwa.... Posisinya tak penting, Dan takkan pernah penting.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN