….. “kau sunggung Gadis? Emmh?” Entah sudah yang keberapa kalinya aku bertanya begitu padanya. sampai Gadis kini hanya diam menatapku dengan bibirnya di rapatkannya. mungkin ia lelah untuk menjawab pertanyaanku yang terus itu itu saja. Ia meraih wajahku dan di daratkannya bibirnya pada bibirku, lembut. ‘ahh… ini benar bibirnya, aku tahu bagaiama dirinya yang selalu mengulumi bibir bawahku seperti sekarang ini…’ Setelah terlepas pagutan bibirku dengan bibirnya itu, Gadis dan aku hanya bertatapan dalam diam. Tanganku terus menggenggam erat tangannya. Bahkan rasanya aku tak butuh berkedip atau tidur lagi mulai saat ini, aku tak ingin melepaskan pandangku darinya lagi walau hanya sepersekian detik lamanya. “Mas… jangan menangis terus begini…” Ucapnya dengan tangan yang kini tengah

