#Alasan Jatuh Cinta Pada Dosen di Kampus

2664 Kata
Aku dan Kenan sedang memandangi pemandangan kota Singapura dari jendela kamar apartemenku sambil meneguk latte yang di buatkan Kenan. “Gadis… lihat pria itu tampan bukan?” Ucap Kenan sambil menunjuk pria tampan yang berparaskan asia-eropa, yang tengah berjalan dengan gagah melenggang di penyebrangan dan menuju salah satu gedung yang berhadapan dengan gedung apartemenku ini. Kulihat Kenan sampai senyum-senyum memandanginya. “hhm.. lumayan” Balasku santai. “apa? lumayan?? Hhh… padahal kalau di bandingkan, dia itu jelas lebih tampan dari Mas Alex-mu, Si Pak Dosen itu” Dia ini bersikap sangat menyebalkan sekali, kenapa jadi membanding-bandingkan Mas Alex-ku dengan pria asing yang baru saja di lihatnya itu. ingin sekali kusumpal saja mulutnya itu dengan roti di tanganku yang sedang kumakan sekarang ini. “hhfftttt…mau dia lebih tampan atau lebih kaya sekalipun, aku tak peduli… cintaku hanya untuk Mas Alex seorang” Jawabku tegas padanya. “cih… kenapa sih kau suka pada dosenmu itu…” “kenapa? aku punya lebih dari satu juta alasan kenapa aku sampai mencintai dosenku itu” “hahahah.. satu juta lebayy…. Dasar b***k cinta” Ia meremehkanku. “dengar ya.. sampai minggu depanpun aku akan dengan senang hati meruntutkan satu persatu alasanku mencintainya…” “coba sebutkan..” Ucapnya menantangku dan ia mulai duduk menghadapku bersiap mendengarkanku. “ehmm… Pertama, kau tahu saat ia masuk dan bersiap untuk kelas. Tangannya selalu menggulung lengan kemeja itu, dan kemudian terpampanglah otot tangannya yang sangat kuat dan kokoh itu… waaah… itu adalah hal terhebat, tersexy di kelas psikologi. Aah.. membayangkannya saja rasanya aku bisa mengikuti ratusan SKS dengannya” “lebayy… begini? Aku juga bisa” Kenan kemudian menggulung lengan kemejanya sendiri. “bukan begitu. kau malah terlihat seperti ibu-ibu yang bersiap untuk mencuci piring di rumah makan tau tidak” “sembarangan!” Ucapnya menjitak kepalaku. “kau tahu saat melihat ototnya itu, itu… ehmmm selalu berhasil membuatku membayangkan sedang menjadikan lengannya itu sebagai bantal tidurku saat malam” Aku jadi giggle giggle sendiri membayangkannya. Aku juga mulai me-recall momen-momen saat Mas Alex yang tengah memelukku dan itu selalu berhasil membuatku merasa sangat nyaman saat berada dalam dekapannya yang hangat itu. I miss you Mas… “…yang kedua, suaranya yang berat, rendah dan bisa menenangkan itu... errrr membuat buluku selalu berdiri. tiba-tiba saja penjelasan materi di kelas itu jadi terdengar seperti gombalan di telingaku…” Kenan menyiritkan dahinya tak suka mendengar alasanku yang kedua ini. Memang terdengar seperti berlebihan tapi itu benar adanya. Sampai ada satu cerita yang cukup bekesan bagiku saat aku masih belum menjadi kekasihnya. Begini ceritanya, masih kuingat jelas saat itu rabu siang, setelah selesai mata kuliah sosiologi komunitas di parkiran kampus. tiba-tiba saja handphoneku terjatuh dari tanganku dan sialnya ada motor mahasiswa yang melaju dengan cepat sampai melindas handphoneku itu. alhasil layar hanphoneku sampai retak karenanya. Lalu kupungut dan kupandangi handphoneku yang malang itu. “yah… jadi retak begini” Dan Kebetulan sekali saat itu Mas Alex ada di area parkir dan langsung menghampiriku. “Gadis… kenapa?” “ah, ini Pak, handphone Gadis jatuh terus kelindes sama motor yang barusan lewat” Jawabku sambil terus memperhatikan retakannya yang cukup parah itu. “sayang…” Ucapnya, sontak saja aku langsung mendongak dan menatapnya. Aku sangat kaget sekali saat itu, tiba-tiba saja kata ‘sayang’ keluar dari mulut dosen tertampan sekampusku itu dan lagi… kata ‘sayang’-nya itu di ucapkannya padaku. OMG!! Aku di buat melayang siang itu. Dengan masih menatapnya untuk menunggu maksud dan penjelasannya soal ia yang berkata ‘sayang’ padaku itu, tapi anehnya kemudian aku jadi lama bertatapan dengan Mas Alex saat itu. “ehm? apa Pak? Sa…ya…ng?” Tanyaku sambil mengerjap-ngerjapkan mataku. “sayang sekali… itu handphone kamu sampai retak begitu” “ah… ini maksudnya” Balasku sambil mengelus-ngelus layar handphoneku. aku malu sekali sudah sampai kepedean dan salah paham soal kata ‘sayang’ yang ternyata maksudnya itu adalah ‘sayang sekali’… -____- kupikir ia tiba-tiba ingin memanggilku dengan sebutan sayang saat itu. Tapi jangan salahkan aku yang kegeeran di buatnya hari itu, karena memang saat kata sayang-nya itu terucap dari mulutnya, itu benar-benar terdengar sangat lembut, belum lagi suaranya yang bisa menggetarkan hatiku saat itu… ’hhhhffttt… benar-benar Mas Alex itu paling pintar menggoda mahasiswanya yang satu ini’ Kejadian misunderstanding soal ‘sayang’ hari itu benar-benar akan jadi momen bersama Mas Alex yang cukup menggelitik untuk di ingat dan tak akan pernah terlupakan. Meski setelah menjadi kekasihnya aku hampir selalu mendengar kata sayang darinya itu sepanjang waktu. Aku merindukan suaranya yang memanggilku dengan panggilan sayang-nya kembali. “….bahkan kau tahu istilah-istilah psikologi yang sangat asing saat awal-awal perkuliahan yang benar-benar tak kuketahui satupun artinya. seperti Afiliasi (kebutuhan untuk menciptakan hubungan dekat dengan orang lain), Gordon Allport (psikolog aliran humanistic), Asesmen psikologi, borderline (gangguan perilaku impulsive), crowding (respon psikologis seseorang saat di tempat yang ramai), Denial (mengabaikan keadaan yang kurang menyenangkan).. dan istilah lainnya yang membuatku merasa di planet Mars itu… namun saat ia mengucapkannya itu terdengar seperti… je t’aime, saranghae, Aishitemasu, ya lyulyu tebya, Ti amo, Ich liebe dikh, Ik hou van je-“ “jadi kau juga ingin menyamakan istilah Eccedentesiast yang artinya orang yang menyimpan rasa sakitnya di balik senyuman, atau Quirkyalone, yang menikmati masa ke jombloannya dan tak mau memiliki hubungan atau istilah Hipotima yang artinya keadaan seseorang yang selalu murung, sedih dan tal bersemangat dengan ungkapan cinta dari bahasa yang berbeda begitu??? aaah… kau ini berlebihan, bagaimana bisa istilah-istilah itu artinya di samakan semua dengan istilah cinta dari banyak negara…ckckck” Kenan ini tak bisa mengerti orang yang sedang kasmaran apa, “itu karena suaranya yang merdu dan menyejukan hatiku... membuat apa aja yang keluar dari mulutnya itu terdengar sangat indaaaaah…beda jauh dengan suara mahasiswa yang kerjanya suka bikin onar saja” Balasku tak mau kalah. Tok tok tok “….sudah ceritanya?” Aku menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang mengetuk pintu kamarku dan berkata begitu. ternyata itu adalah kakakku yang sudah berdiri di ambang pintu sambil bersandar dan bersilang tangan di dadanya. Sepertinya kak Gerald sudah berdiri lama di sana, tapi mungkin karena ia tak ingin mengganggu aku yang di lihatnya sedang asyik bercerita dengan Kenan sampai tak menyadari kehadirannya, hingga ia memilih untuk menunggu sampai selesai dan mengetuk pintu seperti itu. “Kenan…” Panggil Kakakku pada Kenan. “ya?” “bisa kita bicara sebentar” “ehm… tentu” Kenan langsung bangkit kemudian, dan aku hanya melihat mereka yang sepertinya akan membicarakan sesuatu yang cukup penting tanpa sepengetahuanku. Kuperhatikan baik-baik keduanya, mereka membuatku penasaran saja sampai aku berusaha untuk membaca bibir kakakku yang kini tengah berbicara pada Kenan di depan kamarku itu. Kenan mengangguk beberapa kali, lalu kakakku menepuk-nepuk pudaknya pelan. Tak lama kemudian mereka kembali dan tengah berjalan menghampiriku kini. Aku menatap keduanya yang sepertinya akan berbicara sesuatu padaku. “ada apa?” “ehm… Gadis, kakak harus pergi ke London selama beberapa hari kedepan. Kau… kakak tinggal dengan Kenan berdua, tak apa bukan?” “apa? London?” Sedikit kaget aku mendengarnya, meskipun selama di Singapura ini, ia juga memang selalu pergi meninggalkanku untuk urusan pekerjaannya. Tapi jika harus di tinggal ke London… itu…ehmm… “tapi… apa kakak yakin dan tak takut untuk meninggalkanku bersama dia? Berdua saja di apartemen ini?” Kakakku jadi sedikit melirik Kenan. “aku tahu dia… tak akan menyakiti wanita” Ucap kakakku. Dan kulihat Kenan mulai mengulum senyumnya dan tiba-tiba saja tangannya memukul d**a kakakku pelan karena tersanjung oleh perkataannya baru saja itu. “ih.. kak Gerald ini… aku jadi malu” Ucapnya malu-malu. aku menyiritkan mataku. Kakakku jadi menjauh beberapa langkah kesamping saat ini. “ah… ya, dia aman pada wanita. Dan tak akan aman malah jika terus berdiri di sampingmu kak, jadi pergi saja, tak apa aku akan baik-baik saja” Kataku, aku tak mau sampai kakakku satu-satunya itu malah harus jadi terancam di goda oleh temanku yang sedikit aneh ini. Kakakku berjalan mendekat padaku dan tengah memandangi wajahku lekat. “kakak, senang kau sudah lebih baik… Gadis, maafkan kakak soal kemarin. sampai-sampai kakak membuat keributan dan membuat kau jadi berpisah dengannya” Ucap Kakakku, dari raut wajahnya aku tahu ia pasti merasa bersalah sekali padaku. “sudahlah kak…” Kataku, tapi tentu saja bukan berarti aku merelakan hubunganku dengan Mas Alex begitu saja. karena akan ku pastikan kalau aku bisa kembali bersama Mas Alex apapun yang terjadi. “hati-hati di sini… jangan nakal” Ucap kakakku dan kemudian ia mencium keningku. “kakak juga, hati-hati” Kakakku tersenyum dan sekilas mengusap rambutku lembut. “Gadis, Kenan, hati-hati di sini… kalau ada apa-apa kalian bisa langsung hubungi kakak” “ya… kakak. Pasti akan aku hubungi” Balas Kenan bersemangat. Kakakku tersenyum padaku sebelum ia kemudian pergi meninggalkan kamarku, siap untuk pergi ke London dengan koper yang ternyata sudah di siapkannya di luar dekat pintu kamarku. Kenan langsung berjalan ke arah kakakku yang akan pergi itu, bermaksud untuk mengantarnya sampai ke pintu depan. Aku terlalu malas untuk berjalan keluar jadi biar Kenan saja yang mengantarnya. Dan tak lama kemudian Kenan juga sudah kembali dengan wajah yang berseri-seri. “ahh… Kenan… jangan terpikir untuk menaruh hati pada kakakku” “kenapaaa?? Kita bisa menjadi ipar yang akur nanti” Ucapnya ngawur. “No!!!!! dia harus bersama wanita yang baik dan bukan bersama pria sepertimu” “kenapa dengan pria sepertiku?? Tak ada aturan dalam mencinta kau tahu itu Gadis. cinta itu datang tak mengetuk pintu dulu atau say hay dulu padamu… itu langsung jatuh begitu saja… dan aku pikir aku ini sudah jatuh cinta pad- Awww Gadis!!!” Ku lemparkan saja buku yang ada di sampingku padanya, kesal sekali, geli juga dan yang pasti aku tak rela jika kakakku harus di cintai manusia abnormal sepertinya. “dia kakakku… jadi jangan dekati dia okey… biar nanti akan ku carikan pria yang lebih baik darinya untukmu… agar kau juga bisa melupakan Devan” Begitu mendengar nama Devan yang ku sebut baru saja itu, ia jadi sangat murung. Itu karena semalam Devan memang menelponnya. Dan sepertinya mereka sudah resmi berpisah karena keinginan Devan. mau tak mau Kenan harus mengakhiri hubungannya dengan kekasihnya yang sangat di cintainya itu. “hhh… apa katanya semalam, ‘kau harus hidup dengan baik dan harus bahagia?’ cih… menyebalkan. Kenapa saat berpisah orang-orang mengatakan itu… omong kosong sekali” Dia mulai ngedumel. “maksudku… bagaimana aku bisa hidup dengan baik setelah perpisahan itu. bahagia?? aku lupa cara untuk bahagia tanpanya… karena sudah lama dialah yang menjadi satu-satunya kebahagianku…” Tambah Kenan ia jadi terdengar sangat sedih saat ini. “sudahlah… lupakan dia” Kataku dan kemudian ia malah menatapku tajam. “aahh… mudah sekali bagimu menasihatiku begitu, padahal kau sendiri tak bisa melupakan Mas Alex mu itu. kalau begitu.. Gadis …kau… juga harus melupakan Mas Alex” “apa apaan kau ini… itu kasus yang berbeda. Mas Alex dan aku tak akan mungkin bisa berpisah” Aku jadi sedikit emosi karenanya. “menurutku sama saja … hweee” “Noo!!! Bedaaa” Aku terus berdebat dengannya yang kini jadi bersikap menyebalkan itu. “cinta itu adalah tentang action. Kalau hanya menyatakan cinta dan tak melakukan apa-apa itu bukan cinta tapi bualan. Kalau kau benar-benar mencintainya yaa seharusnya kau berjuang untuk mendapatkan cintanya, bukan menjadi lemah dan tak berdaya terus juga mengatakan banyak alasan karena itu atau karena itu membuatmu tak bisa bersamanya… gender itu bukan masalah besar Kenan” Dengan sangat sombong dan sok tahu soal cinta, aku berkata seenaknya begitu pada Kenan. Padahal aku sendiri berada di Singapura ini, karena tak berjuang dan mengalah pada keputusan ayahku saat itu. benar memang, berbicara itu sangat mudah, menasehati itu sunguh mudah, tapi saat menghadapinya sendiri, itu sungguh bukanlah hal yang mudah. “kau… mengguruiku?? Hah??” “benar, cinta itu simple, dia yang ada di sampingmu dan bisa melakukan segalanya untukmu. Dialah yang tulus memiliki cinta untukmu” Tutupku tetap sok bijak soal cinta. kkkk “waaah… aku tak percaya mendengar apa yang kau-“ “kau… mencintaiku bukan??” Potongku pada kalimatnya. Aku tiba-tiba bangun berdiri dan mengeluarkan jurus puppy eyes-ku padanya. mendekatinya. “ooh.. itu-“ “kau berbeda dengan orang lainkan?? Aku tak memiliki orang tua yang baik …mereka juga sudah bercerai. Kakakku sibuk dengan pekerjaannya dan aku jadi sangat haus akan cinta-“ “ya ya ya, I Love You Gadis… aku men-cin-ta-i-mu..” Ucap Kenan akhirnya, ingin menghentikan racauanku. “kalau begitu kau harus membantuku, jadi orang yang selalu ada untuku…” pintaku “sudah ku lakukan Gadis, aku sampai terbang dari Indonesia ke Singapura hanya untukmu dan aku juga bahkan ada di sampingmu 24 jam saat ini” ‘Benar juga apa ucapannya itu’ setujuku dalam hati. “ehmm… terimakasih untuk itu Kenan. tapi bukan itu yang ku mau saat ini. pulangkan aku ke Indonesia dan buat aku bertemu dengan Mas Alex …okey” Pintaku. Dan ia langsung menggeleng-gelengkan kepalanya, sudah pasti tak setuju dengan permintaanku yang satu itu. “kenapaaa???? Kau.. bohong padaku soal kau yang berkata mencintaiku yaaa… seharusnya kau bisa melakukan apapun untuk orang yang kau cintai” Kataku bersikap seperti seorang drama queen. “kau tahu. Kau sedang playing victim saat ini. Bersikap manipulative, memanfaatkan cinta dan kebaikan orang yang ada di sampingmu ini. hhh… kuberitahu ya, ada batasan soal kalimat ‘bisa melakukan apa saja untuk orang yang kita cintai’ …. Haduhh dasar wanita… tak heran sekarang ini banyak pria yang menjadi bucin karena sikap mereka yang selalu bertingkah sepertimu itu..” Dia jadi mencercaku begitu… “Kenan aku tak peduli dengan penilaianmu soal dariku sekarang ini. Tapi kau sudah berjanji akan mempertemukanku dengannya saat aku sudah lebih baik bukan??? hah? Benarkan? Kau tak berbohong soal itukan??” Aku menagih janjinya padaku, saat ia pertama kali datang menemuiku di apartemen ini. “hhhhh… kau ini membuatku lelah” “ayolaah… kakakku sedang pergi jadi ini kesempatan kita” Kataku padanya, “jika kau ingin pergi, pergilah..temui sana Mas Alex-mu itu” “Jika aku bisa aku sudah pergi sedari lama Kenan... Passport-ku di ambil oleh kakakku dan akun bankku di bekukan. Aku miskin dan tak bisa pergi dari sini… bantu untuk bisa terbang ke Indonesia dan menemukan Mas Alex.. ya .. ya…ya” Pintaku padanya, sudah terdengar seperti orang yang sangat putus asa, tapi kemudian Kenan malah terkehkeh mendengarku yang memelas padanya itu. “hahayyy… inilah kenapa sebelum berkata ‘cinta bisa membuat kita bisa melakukan apa saja untuk orang yang kita cintai’ itu harus melihat isi dompet dulu… haduhh... kau ini Gadis” “uangku banyak, hanya tak bisa di gunakan…. Setelah ku urus aku akan membayar dua kali lipat okey… jadi aku akan berutang dulu padamu…anggaplah aku-” “sama saja Gadis…cinta padanya di bayar ngutang Gadis” Ia meledekku seperti itu. “masa bodo… aku tak peduli cintaku di bayar kredit kek… yang penting adalah aku bisa bertemu dengannya” Kenan hanya diam menatapku. “ayolah…” Aku memelas dan memohon sambil berlutut padanya saat ini. “baiklah baiklah baiklaaah… pertama… kita cari dulu passport-mu” Ucap Kenan akhirnya, “sungguh??? Yeayyyyy AKU PULANG MAS ALEXX!!!!” Aku langsung bangun setelah berlutut di kaki Kenan tadi dan Saking girangnya aku sampai berteriak seperti itu. aku sangat bahagia. ku hamburkan diriku untuk memeluk Kenan. Cup cup cup Ku kecupi banyak pipinya “aahh… pergi sana.. lepas jangan begini” “thank you..my friend I love you…” ….
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN