Dosen = Material Boyfriend

1538 Kata
“AH! Gadis!!! ini kutemukan!!!” Kenan mengacungkan Passport-ku ke udara dengan kedua tangannya. “WAHHHH!!!!” Aku sampai melompat-lompat senang sekali, akhirnya kutemukan juga passport-ku itu setelah pencarian satu jam lebih lamanya di kamar Kak Gerald. “aaah…. Kenannnn!!! thankyouuu” Kataku memeluk satu-satunya sahabat terbaikku itu dengan sangat erat. “kau berhutang banyak padaku Gadis” Ucapnya. “hahah… ya ya ya setelah nanti aku bisa bertemu Mas Alex, akan ku pastikan membayarmu dengan-“ Tak kuselesaikan, saat kulihat ada secarik kertas yang terjatuh. Ku pikir Passport ini semula di letakan Kak Gerald bersama kertas itu, di salah satu kotak yang Kak Gerald sembunyikan di meja kerjanya. Ku ambil kertas itu untuk kemudian k*****a. “aku sudah gagal menjaganya… dia menderita kini karena kebodohanku. Padahal aku sudah berjanji akan membuatnya bahagia… Gadis maafkan Kakak… Maaf…” … Aku terdiam membaca itu, aku di buat tersadar bahwa selama ini aku hanya mempedulikan perasaanku saja. tanpa tahu orang di sampingku juga jadi ikut kesusahan atas kesedihan yang kurasakan. “Kak Gerald pasti merasa bersalah sekali…” Ucap Kenan. “benar, apa selama ini aku terlalu egois? hanya memikirkan perasaanku saja yang terluka karena berpisah dengan Mas Alex …” Keadaanku yang tak baik, bahkan seperti orang depresi setelah perpisahan hari itu. pasti bukanlah hal yang mudah untuk kakakku yang harus merawatku sendiri, sebelum Kenan datang dan berhasil membuatku merasa lebih baik seperti beberapa hari ini. “karena kau sudah sadar sekarang, jadi kita tak usah diam-diam kabur ke Indonesia tanpa sepengetahuan kakakmu ya… ehm bagaimana kalau kita bermain-main saja di sini, ayo kita jalan-jalan dan kunjungi beberap-” “tidak! Aku akan tetap pulang ke Indonesia dan kupastikan akan hidup bahagia bersama Mas Alex” Kataku pada Kenan dengan penuh tekad. Aku sudah pernah menyerah sebelumnya sampai depresi karena harus terpisah dari sang pemilik hati. dan lihat… orang yang sudah membuatku berpisah dengan cintaku saja, kini tengah di rundungi oleh rasa bersalahnya, karena apa yang di lakukannya itu sama saja dengan merenggut setengah hidupku dan separuh napasku, Mas Alex. aku tak bisa terus diam seperti sekarang ini, aku harus memperbaiki segalanya dan kembali ke dalam pelukannya. Aku langsung berjalan ke kamarku dan bersiap untuk mem-packing beberapa pakaian dan hal lainnya yang kubutuhkan. “Gadis… pikirkan lagi, atau kita tak usah terburu-buru untuk pergi seperti ini” Ucap Kenan, “aku harus pergi malam ini juga, jadi ayo bersiap…. Kenan ku mohon padamu bantu aku..ehm?” Balasku dan Kenan kini hanya memandangkiku sambil mengacak-acak rambutnya frustasi. ….. Setelah butuh waktu yang tak sebentar untuk membujuk Kenan, Akhirnya kini aku berada di Bandara dan tengah menunggu jadawal penerbanganku. Kuperhatikan Kenan yang duduk di sampingku sedari tadi tampak risau, gelisah, kakiknya terus tak bisa diam, mungkin ia sedikit merasa menyesal telah menyetujui rencanaku untuk kabur pulang ke Indonesia. “Gadis… jika sampai ketahuan aku mungkin akan di habisi oleh kakakmu atau ayahmu yang jugaa..” Ucapnya, ku raih tangan Kenan, dan ku genggam itu. “dengar… akan kupastikan kau akan aman, tak akan ku biarkan mereka menyakitimu” Tenangku padanya, aku tak berbohong soal yang satu ini. karena aku tak akan jadi lemah lagi, aku tak akan kalah lagi, aku akan menjadi wanita yang cukup kuat untuk melindungi cintaku. dan akan kupastikan tak ada lagi orang yang bisa menyakiti Mas Alex ataupun Kenan dan semua orang yang sayangi di dunia ini. “Gadis… hhhhh…..” …. Penerbanganku ternyata harus delay satu jam, jadi kini aku masih harus menunggu sampai satu jam tiga puluh lima menit lagi lamanya. Rasanya belum apa-apa aku sudah harus mengahdapi waktu yang sepertinya tengah menguji kesabaranku. Masih duduk menunggu dengan tak sabar ingin segera meninggalkan negara ini, mataku menemukan pemandangan yang berhasil mencuri perhatianku. kulihat sepasang kekasih yang duduk tak jauh dari kursiku, keduanya tengah saling melemparkan senyum menujukan wajah bahagianya. Mereka sungguh tampak serasi bersama. Ku tebak mereka akan pergi mengunjungi eropa untuk berlibur, karena jelas ku lihat dari tiket tujuan penerbangan mereka adalah bandara salah satu negara di eropa. ‘aku juga akan bisa berliburan bersama Mas Alex nanti…’ Kataku dalam hati, aku sampai tersenyum membayangkannya. “husss… senyam senyum sendiri… udah gila ya?” Kenan berkata begitu dan membuyarkan lamunanku. “ini..” “thank you” Kenan memberiku minum. “aku… akan bisa liburan seperti pasangan itu setelah bertemu Mas Alex nanti” Ungkapku padanya. “hhh… sebenarnya kenapa kau bisa sampai begitu terobsesi padanya… kau itu cantic, akan sangat mudah bagimu untuk mendapatkan kekasih baru dan aku yakin, masih banyak pria baik di luar sana yang bisa menjadi kekasihmu Gadis…atau kalau perlu… akan ku carikan seribu pria dengan kualifikasi terbaik untuk jadi kekasihmu… ehm? mau?” Aku menatapnya datar. “bagiku, Mas Alex Si Pak Dosen itu sudah lebih dari material boyfriend bagiku dan tak ada lagi yang bisa lebih cocok untuk mendampingiku selain dirinya” Tegasku. “hahahahhh… yang benar saja… dengar Gadis, aku kenal CEO muda dan dia memiliki jauh lebih banyak kriteria material boyfriend dari pada Si Pak Dosen kekasihmu itu” Aku lagi-lagi harus berdebat dengannya. “dengar ya… dia itu masih muda, tampan, baik dan sudah memiliki perusahaan start-up yang cukup sukses, jadi kau juga tak perlu memikirkan biaya hidupmu kedepannya... kau sudah pasti bisa bahagia dengannya tanpa perlu bersusah payah melewati rintangan seperti bersama Pak Alex” Jelasnya berusaha meyakinkanku. “dengar Kenan, profesi dosen memang tak sampai memiliki pendapatan setinggi CEO atau profesi elit lainnya, tapi dia sangat mampu untuk membiayai hidupku di masa depan, lagi pula dia juga dosen yang mumpuni dan sudah menamatkan S3 nya di usia mudanya sekarang ini… jadi-“ ‘Tunggu izin mengajar Mas Alex kan sudah di cabut jadi dia sudah bukan lagi dosen saat ini.’ Aku baru sadar soal yang satu itu. “…ooh… dan lagi karena profesinya yang ‘sebelumnya’ dosen pasti ia akan memiliki sifat bertanggung jawab yang sudha tak diragukan lagi…” Aku mengalihkan pada kriteria lainnya jadinya. “jadi kau meragukan sifat tanggung jawab temanku si William yang seorang CEO itu? Semua orang yang memiliki pekerjaan apapun itu profesinya, tentu saja mereka harus belajar dan wajib memiliki sifat tanggung jawab Gadiiiiis..” Balas Kenan, benar juga apa yang di katakannya baru saja, kriteria yang satu itu terlalu umum. tapi itu artinya Mas Alex lolos soal kriteria yang wajib ada pada setiap pasangan, ber-tang-gung-ja-wab. “biar kutambahkan… karena Mas Alex-ku itu Dosen, sudah pasti dia memiliki kesabaran yang sangat luar biasa karena-“ “kau pikir aku dan pria lainnya yang bukan seorang dosen tak memiliki kesabaran apa?? hah?… kau itu hanya terlalu buta padanya saat ini Gadis ckckckkk” Potongnya pada perkataanku dengan meremehkan salah satu sifat Mas Alex yang selalu ku banggakan. “dengar duluuu…aku tak tahu soal kesabaran pria lainnya, karena aku hanya harus melihat pria yang sudah teruji kesabarannya di depan mataku, Mas Alex. Aku tak pernah menemukan lagi orang yang bisa sesabar dirinya… kau tahu terkadang dia itu selalu frustasi saat mengahadapi tingkah mahasiswanya yang selalu ada-ada saja. hhh… terkadang aku sangat kasihan padanya saat harus menghadapi mahasiswa yang nakalnya seperti anak TK” Aku masih ingat saat ada mahasiswa yang sedang di buru tengat waktu penyelesaian skripsinya. dan saat itu Mas Alex harus mengurus nilai akhir semester mahasiswa, juga jurnal penelitiannya, belum lagi ia yang di kejar- kejar oleh waktu pelaksanaan seminar yang dalam tiga hari lagi saja persiapannya sudah harus selesai. Mahasiswa itu tak kira-kira ingin mengajukan beberapa bab pada Mas Alex juga revisi di jam 11 malam. Mas Alex sudah sangat kelelahan sekali saat itu. bahkan saat itu aku berkata padanya untuk mengabaikannya saja, tapi Mas Alex langsung memperbaikinya di depan pintu apartemennya malam itu juga. “Belum lagi saat kelas ataupun di luar kelas, dosen itu harus di tuntut menjadi seseorang yang dewasa dan bijaksana… kau tahu sendiri bukan mahasiswa itu memiliki semangat juang 45 yang sedang sangat bergejolaknya, mereka selalu terlalu responsive, bahkan untuk hal kecil saja bisa jadi persoalan yang sangat besar…. Belum lagi kata-katanya yang mendadak berubah jadi sangat filosofis dan membawa-bawa idealism-nya…aku pikir seorang dosen sudah pasti akan memiliki jiwa yang bijaksana dan sangat dewasa karena harus selalu mengahdapi mahasiswa yang seperti itu..” Tambahku, “mungkin benar, karena dia adalah seorang pendidik, jadi sifat itu di tuntut ada dalam dirinya” Kenan setuju untuk yang satu itu. “dan karena dia seorang pendidik dan sudah selalu sabar mengahadapi mahasiswa di kampus yang cukup ‘bandel’, pastinya dia adalah calon ayah yang baik untuk mendidik anak-anakku nanti… see.. profesi dosen itu adalah material boyfriend sekali bukan?” “hhhfttt…” “terakhir, jika kau mendekati seorang dosen, kau tak akan kehabisan topik saat mengobrol bersamanya… karena mereka memiliki pengetahuan yang sangat luas, jadi kau tak akan di buat mati kutu karena tak tahu harus mengobrolkan apa dengannya… dosen itu sudah tentu memiliki sifat yang sangat pengertian. Bahkan untuk banyak kasusku, Mas Alex selalu menjadi andalan untuk menyelesaikan hampir semua masalahku. dirinya yang juga terlatih untuk menghadapi apapun keadaannya dengan cukup tenang, itu benar-benar bisa membantuku untuk menemukan jalan keluar dari masalah yang ada… aku jadi selalu bersadar padanya” Aku terus saja menjelaskan dengan panjang lebar, bagaimana sikap Mas Alex yang selalu bisa membuatku sangat nyaman saat bersamanya. “kau memang sudah buta karena dirinya, jadi akan susah untuk melihat pria lainnya… bahkan ku tebak kau tak bisa melihat dengan baik bahwa dirinya juga memiliki banyak kekurangan” “dia itu sempurna untukku… hehehe” “ah, ingat insiden pembalut tidak??” Ingatku padanya. “benar… kalau mengingat insiden itu mungkin harus ku akui kalau dosenmu itu memang tipe-tipe pasangan siaga” “benar saat itu……” ……
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN