Suara gamelan juga alunan nyanyian sinden membuat Rio bernostalgia. Saat itu ia masih berusia sepuluh tahun dan sering di bawa Kakeknya melihat pagelaran di berbagai tempat. "Eh Yo sini nonton sama Kakek. Lakonnya kesukaanmu. Prabu Kresna" "Oh ya??! Bentar Rio ambil makan dulu" Segera Rio berlari menuju dapur dan nengambil seporsi makan siang untuknya juga minum "Lah Mas Fahri?" ucap Rio yang melihat pekerja Kakeknya sekaligus dalang sudah duduk anteng di samping Kakeknya "Loh Rio, di rumah?" "Iya nih Bang. Akhir pekan ya di rumah" . . . Cahaya matahari mulai redup. Lukisan senja mulai terlihat. Lampu-lampu mulai dinyalakan. Keramaian kota mulai terlihat. Suasana ramai dari pengguna jalan serta pedagang yang menggelar dagangan mereka mulai memadati jalanan dan pinggirannya. Lal

