"Dulunya dia hanya tertarik. Dia cucu dari kawanku. Sering ikut Kakeknya melihatku bermain wayang. Sering di bawa ke rumah untuk melihatku membuat wayang" "Lalu, setahun kemudian Fahri jarang ke rumah. Kakek juga tidak tau kabarnya. sepuluh tahun kemudian, Fahri datang. Kakek terkejut dia sudah menjadi pemuda. Bahkan kabarnya ia juga sekolah seni hingga sekarang" "Wah Kakek datang" ucap Fahri yang dari jauh sudah melihat Kakek juga Rio Setelah salim, Fahri memeluk Kakek "Terimakasih Kek, sudah melihat pagelaran Fahri" Kakek Ghani hanya menepuk punggung Fahri pelan. Rio yang melihatnya hanya diam . . . Pagi kembali menyapa bumi. Matahari yang tidak terlalu terik juga hembusan angin lembut. Suara ranting yang berderak seiring angin yang menerpanya. Beberapa daun yang menguning juga

