Bab 40. 4 5

2257 Kata

Malam kembali menyapa sebagian bumi. Semilir angin berhembus pelan menerpa setiap benda yang di lewatinya. Gemerisik dedaunan kering yang terjatuh di bawah pohonya ataupun sekitar, beberapa ranting juga terlihat siap jatuh terbawa angin yang berhembus pelan mengayun serirama angin. Derum mesin mobil bergantian terdengar, bannya melaju di jalannya aspal dan memenuhinya hingga kemacetan terjadi. Suara klason juga sesekali terdengar dari beberapa pengendara yang lewat, kurang sabar dan ingin cepat sampai Dewa menghela napasnya pelan, memberhentikan laju mobil di bawah lampu mata tiga berwarna merah sekarang ini. Ia merasa tidak peka dengan keadaan Gendis sendiri, "Gini mau perjuangin hubungan" gumamnya kesal sendiri Mulanya ia akan menyerah saja, namun melihat hubungan mereka tidak ada ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN