Bab 40.3

1363 Kata

Malam ini terasa ada yang berbeda, entah apa yang akan terjadi nanti. Sayup suara angkrik dengan kodok yang saling bersahutan. Kerlipan bintang di langit juga pancaran sinar rembulan menambahkan pencahayaan di malam desa ini. Hawa dingin menusuk jug aterasa sejak sore, kabut mulai turun dan kelembapan mulai menurun. Gendis yang baru selesai membantu di posyandu merasakan kedinginan. Bajunya tidak ia rangkap dengan pakaian hangat. Dengan cepat Gendis masuk dan menemukan Pamannya yang lain datang dengan istrinya juga sepupu Gendis. "Wah Mbak Gendis!!" pekik Gadis, sepupu Gendis "Assalamualikum" "Waalaikumsalam, sini masuk nduk di luar dingin" ucap Nenek yang di angguki Gendis "Gimana?" "Apa Nek?" "Betah di sini?' Gendis tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Betah Nek, hawanya juga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN