Bab 39.4

1669 Kata

Matahari terlihat mengintip di ufuk timur. Sebentar lagi akan terbit menyinari bagian bumi yang sudah waktunya. Bersamaan dengan ikut suara nyaring ayam jantan juga menambah alarm di pagi hari ini. Hawa dingin nan segar juga terasa di kulit. Beberapa orang sudah mulai beraktivitas sejak matahari bahkan belum nampakkan sinarnya. Tetes embun bergelayut dari dahan ke ranting dan mengenai daunnya. Semilir angin terasa berhembus lembut namun sudah terasa dingin. Meski sejuk namun tetap membuat seseorang yang nyaman dibawah selimut tidak mau beranjak dari hangatnya gelungan kain di atas tubuhnya. Bahkan pintunya yang sudah di gedor tidak membuatnya beranjak dari hangatnya pelukan kapuk dan kapas yang melingkupi tubuhnya. "Belum bangun Mak?" Emak menoleh dan mendapati putranya yang sudah sia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN