Close to You

1727 Kata

Ruangan serba putih bersih adalah hal yang pertama kali aku lihat setelah membuka mata. Aroma desinfektan yang khas sebagai pertanda terjaganya kebersihan juga menguar, masuk menusuk hidungku. Aku ingin duduk, namun tubuhku menolak. Kepalaku pusing bukan kepalang, rasanya berat. Tubuhku juga lemas tak bertenaga. Seolah-olah seduatu telah menyedot habis tenagaku sebelumnya. "Selamat pagi, Gris! Bagaimana keadaanmu?" tanya Dokter Heller dengan jas putih yang melekat di tubuhnya. Kalau begini, ia benar-benar tampak seperti seorang dokter. "Baik," jawabku lemah. Dokter Heller bergegas memeriksa detak jantungku menggunakan stetoskop, memeriksa nadi dan tekanan darahku, serta memeriksa refleks pupil ku. "Syukurlah, kau baik-baik saja," ucap Dokter Heller, "Gris, apa kau ingat kenapa kau bis

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN