Profesor Song membagikan paspor pada kami. Masing-masing satu dengan identitas palsu, tentunya. Kami juga diberi baju ganti yang berbeda antara satu sama lain. Aku diberi baju berwarna kuning dengan hiasan berkilauan di bagian d**a. Sungguh bukan gayaku sama sekali. Kami tak punya banyak waktu. Malam ini juga kami harus kembali ke markas Herakles dengan selamat. Itulah mengapa aku memutuskan untuk tidak mengunjungi rumahku. Lagi pula aku sendiri tidak yakin apakah aku benar-benar menginginkan itu. Aku hanya bisa melihat ke arah luar jendela ketika mobil kami berjalan melewati area dekat komplek rumahku. Aku kembali mengingat-ingat rute yang biasa aku lewati setelah pulang dari sekolah. Biasanya dari stasiun kereta, aku akan menempuh jalan-jalan kecil menuju rumah. Butuh waktu sekitar

