Setelah Rena keluar dari ruang BK, tak lama Aldo segera pamit kepada Bunda Lia. Aldo mencari sosok Rena namun nihil, punggungnya pun sudah tak terlihat. Padahal ia berniat untuk mengembalikkan gelang yang sekarang berada digenggamannya. Aldo berniat untuk menyusul Rena ke kelasnya. Setelah melihat jadwal kelas Rena, ia mengurungkan niatnya karena sedang ada praktek memasak. Aldo memutar balik hingga memasuki ruangannya.
.
.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Tiba di kelas, Rena segera masuk setelah meminta izin kepada Indera di UKS tadi. Dan Bu Nani selaku guru pengajarnya pun memaklumi. Bahkan di dalam kelas ia sangat di perhatikan dan selalu diberi istirahat dibangku guru. Satu-satunya bangku yang ada di ruangan tersebut. Karna kami sedang melakukan praktek maka seluruh bangku di letakkan disudut kelas.
.
Tak terasa bel pulang pun berbunyi. Seluruh siswa tampak merapihkan mejanya serta bersiap-siap untuk pulang termasuk Rena. Ujian praktek kali ini sungguh menyiksa sekali, kakinya sangat terasa pegal karna lebih lama berdiri ketimbang duduk. Tapi hal itu menjadi tak berarti karna Rena dijemput papa dan mamanya serta adik laki-lakinya yang masih duduk dibangku SMP hari ini. Perasaan nya sangat senang, bagaimana tidak. Sang papa baru pulang dinas selama 6 bulan di Yogyakarta. Ini artinya Rena akan quality time bersama keluarga yang dicintai nya dan ia bergegas untuk pergi dari kelas ini. Namun dahinya mengkerut setelah melihat Mira bersama para sahabatnya. Ada apa lagi.. "batin Rena
.
Setelah di Ruang BK tadi, Mira dan para sahabatnya diberikan penyuluhan oleh Bunda Lia. Bunda Lia selaku orang tua dari Mira sangat terlihat jelas bahwa ia kecewa padanya. Tidak hanya kali ini, namun Bunda Lia tetap bersikap profesional karena ia juga Guru BK disini. Mira CS diberikan surat pernyataan agar tidak mengulanginya lagi. Bundanya selalu bilang bahwa yang Mira rasakan bukanlah "CINTA" melainkan "OBSESI". Mira membenarkan dalam hati, ia berjanji tidak akan mempersulitnya lagi. Ini yang terakhir. Ia yakin bahwa jika jodoh tak akan kemana. Tak lama ia sudah berdiri di hadapan Rena.
.
Sorry kalau tadi gue sudah keterlaluan sama lo. Gue cuma cemburu melihat kejadian di lapangan tadi, dan gue sadar kalau selama ini cuma obsesi buat dapetin Aldo.. "ucap Mira
.
Rena yang dihadapannya pun tampak kaget. What? Mira minta maaf sama gue? Benarkah? "batin Rena
.
Gue sama Angel juga minta maaf ya, gak seharusnya kita ngucapin kata-kata tadi.. "ucap Selli yang di anggukkan Angel
.
Iya kak, gue sudah maafin kalian kok.. "jawab Rena santai
.
Semoga tidak ada kejadian seperti ini lagi.. "timpal Rena sambil mengulurkan tangannya ke Mira
.
Mira yang melihatnya segera menghampiri tangan Rena dan memeluk Rena. Ma.. Ma.. Maafin gue ya.. "ucap Mira
.
Iya kak, udah gue maafin kok.. "ucap Rena
.
Jadi bisakah kita berteman?.. "tanya Rena sambil tersenyum
.
Ya... "ucap Mira serta sahabatnya
.
Biarlah ini dijadikan pelajaran, sungguh Mira takkan bisa membuat Bunda Lia semakin kecewa lagi. Semoga tindakannya kali ini benar.
.
Dibelakang Rena berdiri ada Sinta dan Laras yang juga melihat adegan tersebut. Mereka bertanya-tanya. Apakah ada kejadian berarti yang mereka lewati. Sinta yang penasaran pun berdehem.
.
Ehm.. "ucap Sinta yang segera ditarik tangannya ke hadapan Mira
.
Sin, yas kenalin. Ini kak Mira, Kak Selli dan Kak Angel. Mereka anak kelas 12 Boga.."ucap Rena dan perkenalan pun di mulai
.
Mereka pun memutuskan untuk berteman sambil berbincang-bincang sebentar dan memang langsung akrab. Karena sudah menunjukkan pukul 15.00 waktu Jakarta hari sudah beranjak sore, mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah. Sinta pulang bersama Angel yang kebetulan satu arah, Selli ikut bersama Mira dan Bunda Lia karena memang mereka satu komplek. Sedangkan Laras dan Rena dijemput orang tuanya.
.
Papaaaaaaa... Rena kangeeeeeeen.. "ucap Rena sambil memeluk erat Seno
.
Lebay banget lo kak.. "ucap Rangga, adik laki-laki Rena
.
Ih adek mah merusak suasana aja.. "ucap Rena merenggangkan pelukannya
.
Dina yang melihat adegan itu pun sedikit terharu dan menggelengkan kepalanya pelan karena melihat tingkah anak-anaknya
.
Yuk masuk, sudah sore nih. Katanya mau jalan-jalan hemm? "ucap Dina didalam mobil
.
Aaaah, mauuuuuuuuuuu... mama serius?.."jawab Rena antusias
.
Keluarga kecil Rena sungguh bahagia. Semenjak Seno sering dinas di Yogyakarta, ia jarang merasakan quality time seperti ini lagi. Biarlah mereka menikmati kebersamaan ini. Mereka menuju Mall Grand Indonesia di Pusat Jakarta. Mereka memutuskan menuju bioskop terlebih dahulu. Dan keluar sekitar jam 18.30.
.
Rena yang merasakan lapar diperutnya merayu Seno agar masuk ke Restoran Pancious favoritnya, yang diangguki oleh Seno. Sudah merasa di berikan lampu hijau. Mereka segera memasuki ke area Restoran mendudukkan diri dan langsung membuka buku menu. Rena jelas akan memilih Pasta Creamy Marinara Salmon dan minumnya Orange Juice. Sedangkan Rangga akan memilih menu Steak Grilled Salmon dan minumnya Strawberry Roska. Dina dan Seno memilih menu yang sama yaitu Black Angus Striploin Steak dan minumnya Ice Lemon Tea.
.
Lagi, mereka sangat menikmati kebersamaan ini. Tak lupa mengabadikan moment langka ini. Setelah menunggu beberapa saat. Minuman sampai terlebih dahulu dan makanannya menyusul.
.
Sepuluh menit pertama, mereka masih makan dalam suasana hening. Hingga Rangga membuka suara..
.
Adikku tercinta, kaka boleh nyobain grilled salmonnya gak.. "ledek Rangga karna Rena selalu melirik ke arahnya
.
Hihi, kamu tau banget sih de. Boleh yaa.. "jawab Rena dengan senyum teramat manis hingga memunculkan lesung pipinya
.
Kalaupun Aga nolak. Pasti kakak juga akan ngambil ini kan.. "tanya Rangga yang hanya dibalas senyuman oleh Rena
.
Mereka memang selalu sharing setiap kali makan di Restoran apalagi mereka sama-sama penggila Salmon. Dan akan memberi komentar pada menu makanan tersebut setelah pulang menuju di rumah.
.
Nih, Aga cobain juga ya pasta kakak pasti suka.. "ucap Rena sambil memberikan Pastanya yang dianggukkan oleh Rangga
Rena memang selalu berdebat dengan adik nya namun mereka juga selalu menunjukkan kasih sayang diantara keduanya. Karna meski Rangga masih kelas 3 SMP, sikapnya akan selalu menunjukkan bahwa ia lebih dewasa ketimbang Rena kakaknya.
.
Dina dan Seno yang melihatnya hanya menggeleng kepalanya pelan dan ikut terbawa suasana yang dipancarkan oleh kedua adik kakak tersebut. Mereka tampak menikmati kebersamaan ini, wajah polosnya menunjukkan betapa bahagianya mereka. Setelah selesai mereka bergegas untuk meminta bill serta membayarnya dan pulang.