Rena Pingsan!!!!

661 Kata
Baik pak..."ucap Indera mengangguk mengerti sambil menatap Aldo Bismillah, sebelum kita melakukan pelajaran pada hari ini alangkah baiknya kita berdo'a agar lancar dan kita mudah memahami isi materi serta praktek karna kebetulan akan olahraga dan semoga sehat selalu. Berdo'a menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdo'a dimulai..."ucap Indera menunduk yang diikuti siswa dilapangan Selesai.. "ujar Indera kembali . Saya mulai pelajaran hari ini namun sebelumnya apa ada yang merasa kurang fit disini? Karna kita akan belajar fisik hari ini.. "ucap Aldo sambil mengedarkan matanya ke seluruh siswa . Tak ada jawaban, saya harap kalian semua dalam keadaan fit ya. Setiap mata pelajaran saya, kalian diwajibkan memakai sepatu kets atau sepatu tali dan seragam untuk olahraga. Tidak boleh memakai aksesoris berlebih dan perhiasan lainnya. Rambut wajib diikat bagi wanita dan harap ketua kelas segera mengkoordinir mengumpulkan hp serta dompet ke dalam kotak yang saya pegang ini. Agar tidak ada laporan kehilangan karena kelas pasti akan kita tinggal. Apakah ada pertanyaan? .."ucap Aldo . Tidak pak.. "jawab siswa kompak . Nah, jadi peraturan tadi sudah jelas kan ya. Saya hitung sampai hitungan 20. kalian sudah mengumpulkan dompet serta hp didalam kotak ini. kalau hitungan 20 kalian belum sampai akan saya beri hadiah. Hitungan dimulai... satu... dua.. dan seterusnya.. "ucap Aldo kembali . Gila tuh guru, dia kira sampai ke kelas cukup apa cuma sampai hitungan 20? Belum lagi naik turun tangganya. Capek! Hhh dasar gak punya hati... Btw gelang gue? Kemana gelang pemberian ortu gue ya? Duh bisa habis nih di ceramahin 7 hari 7 malam... "ucap Rena dalam hati sambil meraba tangan yang sudah kosong tanpa gelang tersebut. .. Sedangkan dilapangan Aldo mulai mengabsen dan tak ada Rena. Kemana dia? Kenapa tidak balik lagi? Ya, Aldo khawatir, untuk menghilangkan rasa khawatir dan penanasarannya. Aldo menyuruh para siswa untuk memulai pemanasan terlebih dahulu dan Aldo segera menghampiri Rena ke kelasnya. Setelah tiba dikelas ia pun dikejutkan dengan barang-barang Rena yang tergeletak dimana-mana. Tak sadar Aldo merogoh saku celananya dan memegang sebuah gelang yang manis menurutnya. Dan memasukkan kembali gelang tersebut ke dalam sakunya . Aku yakin Rena sedang mencari ini.. "batin Aldo yakin . Ehmm, sedang apa kamu?.."tanya Aldo pada Rena . Astaga!!! Bapak bisa kan jangan bikin saya kaget. Kaya hantu aja sih, kalau saya jantungan gimana. "ketus Rena sambil melanjutkan aksinya . Kamu nya saja yang tidak sadar bahwa saya disini. Ini masih pelajaran saya lho, kenapa kamu ada disini?.. "tanya Aldo . Astaga saya lupa pak.."ucap Rena sambil memukul dahinya pelan lalu merapihkan kembali isi tasnya dan memasukkan dengan cepat . Tanpa sadar Aldo menyunggingkan senyumnya dan geleng-geleng kepalanya. Apa yang membuat ia selalu memikirkan siswinya ini? Tak ada yang spesial namun cukup terkesan di dalam hatinya. . Kalau gitu saya langsung ke lapangan ya pak.. "ucap Rena sambil berlari dari hadapan Aldo . Ya, tunggu saya disana.. "ucap Aldo mengikuti langkah Rena yang sudah tak terlihat lagi . Rena mulai berjalan menuju lapangan dan langsung masuk barisan agar bisa pemanasan terlebih dahulu. Beberapa waktu kemudian telah selesai. Aldo mulai membuka pelajaran step by step tentang permainan sepak bola. Namun sebelum memulai Aldo berbicara. "Terkhusus untuk Rena, satu-satunya murid yang berani terlambat dipelajaran saya. Kamu dapat hadiah dari saya. Silahkan lari keliling lapangan ini sebanyak 10 putaran. Tidak ada P-E-N-O-L-A-K-A-N. Dan berlaku untuk kalian semua jika terlambat. Kalian mengerti?" . Mengerti Paaak.. "jawab Siswa kompak . Hhhhhhhhhhh, baik pak.. "jawab Rena menghelas nafas panjang sebelum berlari memutari lapangan. . Rena menerima hukuman ini, sebab ia memang sudah melakukan kesalahan. Berani berbuat berani bertanggung jawab. Namun selama ia berlari, selama itu pula Rena memikirkan kemana gelang itu. Ia tak pernah melepas gelang itu tapi kenapa tidak ada. Bagaimana ia harus menjelaskan ke orang tuanya. Ah sudahlah, biar nanti ia mencari lagi gelangnya. Mungkin terlepas dikamar. Dan mudah-mudah dapat ditemukan kembali. Semoga harapannya terkabul. Setelah memasuki putaran yang ke empat, Rena mulai merasakan tidak enak badan. Kepala nya pusing, Matanya mulai menggelap dan ia telah terjatuh pingsan. . Bruuuukhhhh!!!!! . Renaaaaaaaaaaaaaa.... "ucap Sinta
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN