17 Awal malam itu, Raveena baru keluar dari toilet sembari menggosok rambutnya dengan handuk biru. Gadis berkaus merah tersebut tidak menyadari bila tengah diperhatikan beberapa orang, yang berada di dalam ruang perawatan. Raveena menurunkan handuk dan sontak terkesiap, saat melihat keempat tamu yang balas menatapnya saksama. Raveena masih terpaku kala didatangi Hani, yang mengajaknya untuk duduk di sofa ujung kanan. Raveena beradu pandang dengan sepasang mata sipit milik lelaki yang makin sering bermain di benaknya. Raveena mengalihkan pandangan pada kedua pria muda yang balas tersenyum padanya. "Kalian, kenapa bisa ada di sini?" tanya Raveena, setelah rasa terkejutnya hilang. "Mereka datang ke indekos, dan meminta diantarkan ke sini, Ra," terang Hani. "Aku, diajak Pak Max," tu

