21 Nida memandangi pasangan muda di kursi seberang. Bila Max tampak sangat tenang, Raveena justru sebaliknya, yakni terlihat gelisah dan berulang kali memilin jemari di pangkuannya. Nida sebetulnya terkejut, dengan apa yang disampaikan Max. Namun, Nida paham dan menghargai niat baik Max untuk melamar putrinya secara langsung. Nida menoleh ke kanan dan beradu pandang dengan kedua Adik almarhum suaminya, yang tengah berdiskusi dengan suara pelan. "Gin, Gal, gimana menurut kalian?" tanya Nida. "Itu sepenuhnya wewenang Kakak," sahut Ginanjar, Adik almarhum Gunadi. "Ya, kami akan mengikuti apa pun keputusan Kakak," jawab Galih, Adik bungsu Gunadi. Nida mengangguk paham. Dia mengalihkan pandangan pada Max, yang balas menatapnya dengan saksama. "Ibu boleh nanya sesuatu?" desaknya.

