42 Waktu terus bergulir. Siang itu, Raveena telah berada di Kota Bandung. Bersama Hani dan Chalis yang mengemudikan mobil milik Max, Raveena menemui Roni, yang berada di rumahnya di kawasan Soekarno-Hatta. Pria bermata sipit itu mengamati wajah, leher, kedua tangan dan kaki Raveena yang dihiasi banyak lebam ungu. Roni meminta gadis itu untuk berbaring di sofa biru, sedangkan pria tersebut mengenakan masker. Roni menarik bangku bulat dan meletakkan benda itu di ujung kanan sofa. Roni menjinjing koper stainless steel dari dekat sofa ruang tengah, lalu meletakkan koper di meja ruang tamu. Pria berkaus putih itu membersihkan wajah Raveena terlebih dahulu, sebelum menyambar concealer dari tas kosmetik. Roni mengoleskan benda itu sedikit demi sedikit di wajah Ravena, lalu meratakannya de

