Bab 21 Malam Berkesan

1233 Kata

Kanaya berdiri di depan asrama laki-laki, menatap Gavin dengan tangan terlipat di d**a. “Jadi, kamu dulu anak dugem kan?” Gavin menyeringai. “Bukan anak dugem. Lebih tepatnya... pelanggan setia.” Kanaya mendecakkan lidah. “Hmm, terus kamu ke sana ngapain? Joget ala kipas angin?” Gavin tertawa. “Ya, joget, menikmati suasana, kadang juga—” “Jangan bilang cewek.” Gavin mengangkat bahu dengan santai. “Aku nggak bilang, kamu aja yang langsung mikir ke situ.” Kanaya melotot. “Dasar playboy cap kadal!” Gavin hanya tertawa, lalu menatapnya dengan mata berbinar. “Penasaran nggak?” Kanaya mengangkat alis. “Penasaran apa?” “Pub tempat aku biasa nongkrong.” Kanaya terdiam sejenak. Sebenarnya, iya, dia penasaran. Tapi kalau dia langsung jawab ‘iya’, harga dirinya sebagai perempuan santun dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN