“Turun dulu...” Gavin menurunkan standar motor dan mematikan mesinnya. Kanaya yang melepas helm di kepala melayangkan pandangan ke sekeliling. “Ini di mana?” Gavin tak menjawab, hanya tersenyum singkat. “Ayo ikut masuk. Biar tahu ini di mana.” Gavin menggandeng lengan Kanaya. “Lain lagi ceweknya. Pacar Baru, Vin?” seorang lelaki dengan topi dan penutup wajah menyapa saat mereka lewat. Tampak bajunya yang penuh dengan debu dan tanah. “Calon istriku ini.” Kelakar Gavin. Entah apa alasannya berkata seperti itu, yang jelas membuat jantung Kanaya berdebar tak karuan. “Cari uang dulu yang benar, baru memikirkan melamar anak gadis orang. Sudah dua hari kamu tak datang bekerja. Tahu-tahu hari ini bawa calon istri. Kamu mau nikah?” Lelaki itu membuka botol minuman dan menenggak airnya.

